Breaking News

Kasus Pelecehan Seks Antar Petinggi Mengguncang Tinder

Kasus Pelecehan Seks Antar Petinggi Mengguncang Tinder

MajalahBerita24.com, Jakarta  -- Mantan bos marketing Tinder Rosette Pambakian menggugat mantan perusahaannya itu, tudingannya adalah pelecehan seksual yang dilakukan Gregory Blatt, mantan CEO aplikasi kencan online itu.

Dalam gugatan yang didaftarkan di Los Angeles Superior Court tersebut, Pambakian menyebut ia dipecat dari posisinya sebagai marketing vice president di Tinder pada 2018 lalu setelah melaporkan tudingan insiden pelecehan yang terjadi pada Desember 2016 itu.

Pambakian menyebut Blatt, yang saat itu adalah CEO dari Match Group dan Tinder, melakukan tindakan cabul padanya di sebuah pesta perusahaan yang diadakan di Beverly Hills Hotel, Los Angeles, Amerika Serikat.

Baca juga: Ini Dia Perubahan Besar Update Terbaru WhatsApp

Tak cuma itu, Blatt kemudian meraba dan mencium Pambakian, dan kejadian itu disaksikan oleh dua orang saksi. Dan ia pun menyebut Blatt mengucapkan kata-kata tak senonoh padanya di pesta tersebut, demikian dikutip MajalahBerita24.com dari Business Insider, Rabu (7/8/2019).

Kemudian Pambakian meninggalkan pesta tersebut dan pulang ke kamar hotel milik temannya bersama seorang pegawai Tinder lain. Dan Blatt pun kemudian datang ke kamar itu, dan menyerang Pambakian di depan dua saksi, yang disebut sebagai bawahannya.




Kasus Pelecehan Seks Antar Petinggi Mengguncang Tinder
Rosette Pambakian Foto: Istimewa



Pengacara Pambakian menyebut pemilik Match Group, InterActiveCorp (IAC), yang dikontrol oleh konglomerat media Barry Diller, kemudian melakukan investigasi. Hasil investigasi tersebut menyebut kalau kelakuan Blatt itu atas dasar suka sama suka alias konsensual.

Dalam sebuah surat yang ditulis oleh CEO Mandy Ginsberg kepada Pambakian beberapa bulan lalu tertulis kalau insiden itu sudah diinvestigasi secara serius oleh dewan direksi, yang menghasilkan keputusan kalau tak ada pelecehan seksual yang terjadi pada insiden tersebut.

"Saya bukan CEO pada waktu itu, namun saya tahu kamu diwawancara dalam setidaknya dua kesempatan yang berbeda dan kamu tak pernah menuduhkan adanya pelecehan seksual," tulis Mandy dalam surat tersebut.

Gugatan ini berbeda dengan gugatan lain senilai USD 2 miliar yang didaftarkan Pambakian pada 2018 lalu. Dalam gugatan tersebut Pambakian dan sembilan mantan pegawai Tinder lain mengklaim kalau IAC dengan sengaja menurunkan valuasi Tinder untuk mengurangi nilai saham yang dimiliki oleh pegawai Tinder. (adm/adm)

– Dikutip dari Business Insider










Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Tidak ada komentar