Breaking News

Seberapa Cepat Formula E, Pesaing F1 yang Akan Digelar di Jakarta

Seberapa Cepat Formula E, Pesaing F1 yang Akan Digelar di Jakarta

MajalahBerita24.com, Jakarta -- Mobil-mobil listrik super kencang bertenaga listrik bakal saling membalap di jalanan Jakarta mulai tahun depan. Seperti diketahui Jakarta menjadi tuan rumah ajang balap Formula E mulai tahun 2020. Hal itu diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di akun Instagram pribadi miliknya.

Pemilihan Jakarta sebagai tuan rumah disebut Anies berjalan cukup panjang, hingga akhirnya bisa menyelenggarakan gelar balap Formula E.

"Pembahasan tentang Jakarta cukup panjang. Bukan karena alot, tapi karena sama-sama semangat. Bahkan, tak terasa waktu berjalan cepat: kita berdiskusi dan saling lempar ide hingga lebih dari 3 jam dan baru berhenti karena sudah ada aba-aba bahwa pertandingan akan dimulai. Kita pun lalu bergegas ke lintasan balap," katanya.






View this post on Instagram

Berdiri di sisi kiri adalah Alejandro Agag, CEO FIA Formula E, dan yang di sisi kanan Alberto Longo, Co-Founder dan CCO FIA Formula E. Kami berfoto bersama di lintasan balap Formula E di Brooklyn, New York, sesaat sebelum bendera start dikibarkan. Pembahasan tentang Jakarta cukup panjang. Bukan karena alot, tapi karena sama-sama semangat. Bahkan, tak terasa waktu berjalan cepat: kita berdiskusi dan saling lempar ide hingga lebih dari 3 jam dan baru berhenti karena sudah ada aba-aba bahwa pertandingan akan dimulai. Kitapun lalu bergegas ke lintasan balap. Ini momen 13 Juli kemarin, usai mencapai kesepakatan untuk menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota host Formula E 2020, kami bersama meninjau lintasan balap dan diakhiri kita foto bersama itu. Sepanjang menyusuri lintasan, mereka mengenalkan dengan tim peserta dan pembalapnya. Beberapa pembalap kenamaan ada disana. Saat kami menyapa, mereka semua sudah berjajar siap masuk ke mobil. Formula E adalah ajang balap mobil elektrik (E-Prix) pertama di dunia. Dengan tujuan memperkenalkan mobil listrik dan mengurangi emisi karbon melalui balapan yang serupa Formula 1, dilakukan di jalur jalanan dalam kota. InsyaAllah Jakarta akan menjadi tuan rumah untuk seri kejuaraan #FormulaE musim berikutnya, di tahun 2020. Ini akan menjadi Kejuaraan E-Prix pertama di Indonesia. Dari kajian awal atas rencana ini, E-Prix Jakarta berpotensi menghadirkan manfaat ekonomi di ibu kota senilai 78 juta Euro. Diperkirakan 35 ribu penonton baik internasional dan domestik akan menghasilkan transaksi ekonomi sekitar 1,6 juta Euro selama E-Prix berlangsung, baik di industri konsumsi, transportasi maupun akomodasi. Secara tidak langsung akan berdampak di sektor pariwisata kita juga ikut terangkat. Total nilai liputan media tentang Jakarta setara dengan 15 juta Euro. Jakarta akan menjadi sorotan dunia, liputan media asing menggaungkan nama Jakarta, Indonesia ke masyarakat dunia. Kita sejajar dengan kota-kota maju megapolitan lainnya. InsyaAllah, semua persiapan bisa berjalan lancar.....
A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on




Pada dasarnya balapan Formula E mirip dengan adu kencang jet darat Formula 1. Hanya saja mobil yang digunakan ramah lingkungan karena tak mengeluarkan emisi berkat tenaga listrik.

Deretan mobil yang digunakan untuk balapan Formula E pun tak sembarangan. Dalam situs resmi FIA, mobil setidaknya harus memiliki panjang 5.160mm, lebar 1.700mm, tinggi 1.050mm, serta jarak sumbu roda 3.100 mm. Bobot mobil termasuk pebalapnya minimal 900kg dengan berat baterai 385 kg.


Seberapa Cepat Formula E, Pesaing F1 yang Akan Digelar di Jakarta
Mobil listrik yang berkompetisi di Formula E Foto: Getty Images


Mobil harus memiliki tenaga maksimal 250 kW atau setara dengan 335 bhp. Mobil bisa melaju hingga kecepatan maksimal 280 km/jam. Akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam waktu 2,8 detik saja. Remnya mengusung Brake-by-wire system (BBW).

Saat ini ada 22 mobil, 22 pebalap, dan 11 team yang terlibat dalam ajang balap Formula E musim 2018/2019. Kehadiran balapan Formula E sendiri diharapkan bisa meningkatkan perekonomian di Jakarta.

"Dari kajian awal atas rencana ini, E-Prix Jakarta berpotensi menghadirkan manfaat ekonomi di ibu kota senilai 78 juta Euro. Diperkirakan 35 ribu penonton baik internasional dan domestik akan menghasilkan transaksi ekonomi sekitar 1,6 juta Euro selama E-Prix berlangsung, baik di industri konsumsi, transportasi maupun akomodasi. Secara tidak langsung akan berdampak di sektor pariwisata kita juga ikut terangkat. Total nilai liputan media tentang Jakarta setara dengan 15 juta Euro," tutur Anies. (adm/adm)










Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Tidak ada komentar