Breaking News

Mengenang Sosok Sutopo, Penjaga Pariwisata Indonesia dari Bencana

Mengenang Sosok Sutopo, Penjaga Pariwisata Indonesia dari Bencana

MajalahBerita24.com,Jakarta-- Hari ini Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho berpulang. Tak hanya berjasa bagi masyarakat, ia juga ikut andil menjaga dunia pariwisata Indonesia dari bencana.

Kabar duka terdengar pagi ini dari Guangzhou, China, Minggu (7/7/2019). Direktorat Pengurangan Risiko Bencana (PRB) BNPB melalui Twitter resminya mengumumkan akan kepulangan salah satu putra terbaik, sang humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru sejak didiagnosis Desember 2017 lalu, Sutopo Purwo Nugroho atau yang akrab disapa Pak Topo di kalangan umum telah berpulang saat menjalani perawatan di sana.

Ibarat bencana yang kerap diwartakannya, kabar duka itu pun datang tanpa diundang. Kini tiada lagi sosok ceria dan bersemangat yang kerap menginfokan semua kabar tentang bencana di negara yang dikenal akan julukannya sebagai 'Ring of Fire.'

Tak hanya bagi keluarga, teman dekat dan masyarakat, dunia pariwisata juga otomatis kehilangan sang penjaga dari BNPB. Tak terhitung jasa Pak Topo yang selalu mengingatkan wisatawan akan kondisi terkini di objek wisata populer Indonesia.

Yang terbaru misalnya, Pak Topo mengingatkan wisatawan akan erupsi Gunung Agung di Bali dan Bromo pada akhir bulan Mei 2019. Hanya kurang setengah bulan dari momen awal keberangkatan pak Topo ke Guangzhou untuk berobat.


Mengenang Sosok Sutopo, Penjaga Pariwisata Indonesia dari Bencana
Foto: (sutopopurwo/Instagram)

Sebelumnya, Pak Topo juga aktif memantau dan memberitakan kondisi selat Sunda, Lampung, Banten dan sekitarnya pasca bencana Tsunami di Selat Sunda akhir tahun 2018 lalu yang merenggut banyak korban juga.

Lebih lama lagi, Pak Topo juga berjibaku mengabarkan kabar bencana Tsunami Palu hingga Gempa Lombok yang juga tak kalah dahsyat. Tak jarang juga ia diundang untuk menjadi pembicara terkait mitigasi bencana.

Hanya tak melulu serius, Pak Topo juga suka berbagi cerita terkait kelakuan wisatawan yang tak biasa di lokasi bencana. Saat Gunung Agung di Bali erupsi Oktober 2018 lalu misalnya, ia sempat bercerita akan kelakuan wisatawan yang foto pre-wed di lokasi bencana.

"Saya berikan pesan positif di dalam erupsi Gunung Agung. Saya di DM (direct message) orang Jerman. Dia itu akan menikah di Ubud. Tapi ia tahu bahwa ada erupsi maka bertanya tentang keamanannya dan saya jawab, aman!" kata Sutopo dalam FGD Penanganan Gerakan Jurnalisme Ramah Pariwisata di Sari Pan Pacific Hotel, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Di luar kebenaran bencana, Pak Topo juga sering menangkal hoax terkait bencana yang banyak meresahkan masyarakat. Baik di dunia nyata, pariwisata maupun dunia maya, Pak Topo memang begitu berjasa.

Selamat berpulang Pak Topo. Bukan hanya Presiden Jokowi dan Raisa yang akan kehilanganmu, tapi juga dunia pariwisata. Selamat jalan Pak Topo, sosok yang cerita, tapi lugas dalam mengabarkan bencana di Indonesia. Jasamu abadi. Terimakasih.

(adm/adm)










Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Tidak ada komentar