Breaking News

Aktor Terkenal Taiwan Kena Denda Rp 1,8 Juta di Bandara Gara-gara Pisang


MajalahBerita24.com,  Jakarta  -- Transportasi udara memang memiliki sejumlah peraturan ketat untuk menjamin keamanan dan keselamatan penumpang, terutama untuk penerbangan internasional. Jika tidak memerhatikan peraturan dengan teliti bisa berujung terkena sanksi atau denda yang tak sedikit jumlahnya.

Seperti yang terjadi pada aktor asal Taiwan, Eddie Peng. Bintang film 'The Great Wall' ini harus membayar denda sebesar USD 131 atau sekitar Rp 1,8 juta saat berada di Taipei Songshan Airport. Penyebabnya karena ia kedapatan membawa pisang.



Aktor Terkenal Taiwan Kena Denda Rp 1,8 Juta di Bandara Gara-gara Pisang
Foto: dok. Instagram




Pada Senin (1/7/2019), petugas bandara menemukan pisang dan alpukat di dalam tas ransel yang dibawa Eddie. Dalam regulasi penerbangan, buah-buahan segar memang termasuk benda terlarang untuk dibawa ke pesawat maupun bandara.

Ketika harus membawa buah segar atau makanan mentah, penumpang diwajibkan melaporkannya ke bagian karantina. Di bagian itulah nantinya bisa diputuskan apakah benda tersebut aman atau tidak untuk masuk pesawat.

Kembali ke kasus pisang dan alpukat Eddie Peng, belakangan terungkap bahwa ransel yang dibawanya ternyata bukan miliknya, melainkan manajer. Seperti dilansir Asia One, manajer aktor sekaligus penyanyi 37 tahun itu menberi klarifikasi bahwa dia tersandung masalah tersebut karena telah membantunya.


Aktor Terkenal Taiwan Kena Denda Rp 1,8 Juta di Bandara Gara-gara Pisang
Foto: iStock




Saat berada di bandara Eddie menawarkan untuk membawakan tas ransel, sembari sang manajer mengambil koper di area baggage claim. Dia juga menjelaskan buah-buahan yang ditemukan dalam tasnya adalah sisa dari makanan yang dibawanya ke pesawat, dan dia berencana menghabiskannya kemudian.

Manajer Eddie pun menyesalkan kejadian yang menimpa artisnya itu dan membuatnya jadi bahan pemberitaan media.

"Kalau aku yang membawa ranselnya, mungkin tidak akan terjadi kehebohan seperti ini," tuturnya.

Sang manajer juga mengaku sebelumnya ia tidak mengetahui adanya larangan membawa buah segar ke negara tersebut. Jika saja tahu, tentu dia tak akan bertindak ceroboh.

"Kalau aku tahu tentang larangan itu, tentu aku akan menghormatinya dan mengikuti aturan," pungkasnya.

(lif/lif)









Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Tidak ada komentar