Breaking News

Tawanan Abu Sayyaf Asal Belanda Tewas Ketika Mencoba Melarikan Diri



Tawanan Abu Sayyaf asal Belanda Tewas Ketika Mencoba Melarikan Diri


Majalahberita24.com, Militer Filipina kemarin mengatakan seorang fotografer asal Belanda yang selama ini menjadi tawanan kelompok militan Abu Sayyaf sejak 2012 tewas dibunuh ketika dia mencoba melarikan diri ketika terjadi kontak senjata kelompok itu dengan militer Filipina.

Laman Reuters melaporkan, Jumat (31/5), Ewol Horn, seorang juru foto alam liar, tewas ditembak penjaganya ketika dia mencoba melarikan diri ketika terjadi bentrokan senjata militan dengan militer Filipina. Kabar itu disampaikan Komandan Satuan Tugas di Pulau Sulu Brigadir Jenderal Divino Rey Pabayo.

Horn dan sesama rekan juru foto asal Swiss Lorenzo Vinciguerra diculik ketika mereka sedang berlayar dari Pulau Tawi Tawi untuk mengambil gambar burung tujuh tahun lalu. Mereka kemudian dibawa ke Sulu. Vinciguerra berhasil melarikan diri pada 2014.

Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok mengatakan pemerintah sudah mengabarkan keluarga Horn.

"Saya sangat syok dengan kejadian ini," ujar Blok. "Saya sudah menghubungi keluarga. Saya akan menanyakan hal ini kepada sejawat saya di Filipina untuk klarifikasi lebih lanjut."


Dalam bentrokan senjata dengan pasukan Filipina di Kota Patikul itu enam anggota militan juga tewas.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengutuk pembunuhan atas Horn itu dan dia menyampaikan bela sungkawa kepada keluarganya.

"Kami berjanji akan mengejar pelakunya sampai ke ujung dunia dan menyeret mereka ke pengadilan," kata juru bicara presiden Salvador Panelo dalam pernyataan.

Militer menuturkan, dalam kejadian itu istri dari pemimpin senior Abu Sayyaf, Mingayan Sahiron juga tewas.

Radullan Sahiron adalah orang yang masuk dalam daftar sosok paling dicari oleh Kementerian Luar Negeri AS dan imbalan bagi siapa pun bagi yang bisa menangkapnya sebesar USD 1 juta. Sahiron dikatakan terlibat dalam penculikan turis AS pada 2001.

Juru bicara militer mengatakan Sahiron tampaknya berhasil melarikan diri dari kontak senjata itu.

Kelompok militan Abu Sayyaf dikenal sering menculik, membunuh, dan sudah bersumpah setia kepada kelompok ISIS di Irak dan Suriah. Sebelumnya Abu Sayyaf juga menyatakan setia dengan kelompok teror Al Qaidah.
(adm/aa)




-- Dikutip dari Merdeka.com




Bagiamana reaksi Anda tentang artikel ini?





Tidak ada komentar