Breaking News

Polres Bandung Tangkap Pemilik 4 Senjata Api dan Ratusan Peluru

Polres Bandung Tangkap Pemilik 4 Senjata Api dan Ratusan Peluru

MajalahBerita24.com, Bandung -- Unit Buser Satreskrim Polres Bandung menangkap SG, seorang anggota ormas di Kabupaten Bandung karena kedapatan memiliki senjata api rakitan. Dari hasil penyelidikan, SG mengaku senpi tersebut hanya untuk pamer.

Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik mengatakan SG ditangkap di halaman parkir salah satu apotek di Kecamatan Margahayu pada Sabtu (15/6/2019) lalu.

"SG mendapatkan senjata api itu membeli dari RR, seorang residivis yang baru keluar dari penjara satu bulan lalu dengan kasus serupa yakni jual beli senjata api," kata Firman via sambungan telepon, Senin (24/6/2019).

Menurut Firman senjata api yang dimiliki SG merupakan senjata rakitan dan digunakan untuk pamer. "Dia ormas, warga sipil. Digunakan buat gagah-gagahan. Pengakuan sementara sekadar mau saja, apakah digunakan buat kejahatan lainnya, masih dalam penyelidikan," ucapnya.

Usai ditangkap, polisi langsung melakukan pengembangan dan menelusuri asal senjata api rakitan milik SG. Hasilnya, RR ditangkap di rumahnya yang berada di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot pada hari yang sama.

"Senjata yang diamankan total ada delapan. Empat airsoft gun dan empat senjata api rakitan. Senjata ini informasinya didapatkan dari luar Jawa, untuk dijual di Bandung," katanya.



Polres Bandung Tangkap Pemilik 4 Senjata Api dan Ratusan Peluru
4 senpi rakitan, 4 airsoft gun dan ratusan peluru aktif yang diamankan anggota Polres Bandung. (Foto: Istimewa)



Selain senjata api, kepolisian juga mengamankan ratusan peluru aktif dari tangan RR. Dari hasil penyelidikan sementara, RR mendapatkan senjata api rakitan itu dari seorang DPO dari Bengkulu. Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap DPO.

SG dan RR diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun karena kepemilikan senjata api sesuai UU Darurat No 12 tahun 1951 pasal 1 ayat 1 tentang membuat, memiliki atau menguasai dan menyimpan sesuatu senjata api.

(nas/nas)









Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Tidak ada komentar