Breaking News

'Mayat Ranjang' di Musi Banyuasin Adalah Seorang Kasir Minimarket


'Mayat Ranjang' di Musi Banyuasin Adalah Seorang Kasir Minimarket

Majalahberita24.com, Palembang Identitas dari mayat perempuan yang ditemukan dengan tangan termutilasi di kamar Penginapan Sahabat Mulia nomor 06 di Jalan Simpang Hindoli, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan mulai terkuak. Hal tersebut diketahui setelah adanya pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Alhasil setelah dilakukan pencocokan DNA, diketahui jika korban merupakan Fera Oktaria (20tahun), seorang pegawai minimarket (Indomaret) di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Palembang, yang sudah hilang selama tiga hari.

Kakak kandung korban, Putera (30), tak bisa menahan kesedihan ketika mengetahui hasil tes DNA mayat termutilasi adalah adiknya. Menurut keterangan dokter forensik jenazah tersebut, secara ilmiah melalui pencocokan DNA memiliki kesamaan dengan ibu korban.

"Semalam, dokter sudah memastikan kalau itu jenazah adik saya. DNA sudah dicocokkan sama ibu kami. Saat ini jenazah akan kami bawa ke rumah duka di Tangga Takat, Lorong Indah Karya, untuk dimakamkan," katanya, Sabtu (11/5).

Menurutnya, kabar hilangnya Fera terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, pada Selasa (7/5). Saat itu, Putera, kakak korban, datang menjemput adiknya seperti biasa. Menurutnya, sang adik tidak berada di Indomaret tempatnya bekerja. Saat ditanya kepada teman-temannya, Fera dikabarkan sudah pulang.

"Adik saya memang bekerja di Indomaret Jalan Jenderal Sudirman. Saya sempat tanya ke temannya, katanya adik saya sudah pulang. Orangnya sehari-hari pendiam, enggak neko-neko. Pulang selalu dijemput. Setelah hilang itu, sudah tidak bisa dihubungi ponselnya," katanya.

'Mayat Ranjang' di Musi Banyuasin Adalah Seorang Kasir Minimarket

Putera bilang, keluarga belum mau berspekulasi apakah korban dibunuh mantan pacarnya. Namun, pikiran ke sana sudah jelas terbayang. Sebab, korban kerap bercerita ke orang tuanya jika dia sering merasa terancam oleh mantan pacarnya.

"Kalau mama cerita memang korban ini kerap cerita diancam oleh mantan pacarnya. Dia juga sempat bilang enggak mau berhubungan dengan mantan pacarnya tersebut. Bahkan dia sering diancam seperti apa kami tidak tahu," katanya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, membenarkan telah melakukan pencobaan DNA untuk membantu penemuan identitas Fera. Hingga saat ini, pihaknya sudah bergerak mengusut kematian kasir minimarket tersebut.

"Ya, betul dari laporan dokter forensik DNA ibunya cocok dengan DNA korban. Tidak hanya itu dari pihak keluarga juga masih mengenali dari wajah korban karena belum rusak terlalu parah. Kami akan selidiki. Kalau mantan pacarnya, kami belum mau berspekulasi, yang jelas akan kami kejar pelakunya,'' katanya. (adm/aa)

-- Dikutip dari Kumparan.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?








Tidak ada komentar