Breaking News

KPU Salah Input Data Scan C1 Bukan Kecurangan


KPU Salah Input Data Scan C1 Bukan Kecurangan

Majalahberita24.com, Jakarta KPU terus diserang oleh isu dugaan kecurangan dalam pemilu 2019 karena ditemukan banyak kejadian salah input data scan C1 ke dalam sistem informasi perhitungan (Situng). KPU menegaskan salah input C1 bukanlah kecurangan.

"Kita perlu sampaikan bahwa Situng merupakan alat bantu yang dipilih oleh KPU untuk memberikan informasi yang cepat kepada masyarakat terkait hasil pemilu. Tapi kami pastikan bahwa salah input itu berbeda dengan kecurangan," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Kantor KPU Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/4).

Mengenai data Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo-Sandi yang menyebut KPU melakukan kesalahan input C1 di 9.940 TPS, KPU tak bisa mengonfiirmasi, KPU menegaskan hingga saat ini jumlah salah input C1 hanya di temukan di 159 TPS.

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

"Kami tidak memungkiri ada sekitar 159 salah entri atau salah input data di Situng," ucap Wahyu.

KPU menegaskan pihaknya selalu terbuka untuk menerima laporan dari seluruh masyarakat terkait pemilu 2019. Jika memang ditemukan kesalahan, KPU akan langsung melakukan perbaikan.

"Kami juga terbuka, kita membuka ruang partisipasi publik untuk mencermati apabila ada informasi di laman KPU yang tidak benar sesuai denga C1. Dipersilakan melaporkan kepada KPU dan akan kita perbaiki. Kami tegaskan bahwa salah input tu bukan berarti ada kecurangan yang dilakukan KPU dan jajarannya," ujar Wahyu.


Lebih lanjut, KPU kembali menjelaskan hasil Situng bukanlah hasil resmi Pemilu 2019. KPU meminta kepada seluruh masyarakat untuk menunggu hasil rekapitulasi manual yang akan diumumkan 22 Mei mendatang.

"Sekali lagi kami tegaskan bahwa Situng merupakan alat bantu. Hasil di Situng juga bukan hasil resmi pemilu 2019 dan kita juga membuka, mendorong partisipasi dari masyarakat untuk mengikuti, mengawasi jalannya Situng. Apabila ada kekeliruan dalam Situng, dipersilakan untuk memberi nformasi kepada KPU, akan segera diperbaiki," tutup Wahyu. (adm/aa)

-- Dikutip dari Kumparan.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?




Tidak ada komentar