Breaking News

kebiasaan Menggigit Kuku atau Menarik rambut Bisa Jadi Tanda Adanya Masalah Psikologi


kebiasaan Menggigit Kuku atau Menarik rambut Bisa Jadi Tanda Adanya Masalah Psikologi


Majalahberita24.com, Menggigit kuku sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa dihilangkan bagi beberapa orang. Kebiasaan ini sering tiba-tiba dilakukan kapan saja tanpa memperhatikan waktu.

Kebiasaan menggigit kuku sendiri bisa digolongkan sebagai body-focused repetitive behaviors (BFRBs). Hal ini merupakan masalah mental yang membuat seseorang menariki rambut, mencabuti kulit, atau menggigit kuku.

Dilansir dari Her, diketahui bahwa perilaku seperti menggigit kuku ini menjadi penanda adanya suatu masalah lain. Kebiasaan ini diketahui menjadi pertanda berbagai macam hal mulai dari kecemasan hiingga OCD.

Tara Peris, profesor di bidang psikiatri dan pengetahuan biobehavioral menyebut bahwa terdapat kesamaan antara kebiasaan ini dengan COD.

"Terdapat sebuah persamaan yang dapat dikenali antara OCD dan BFRBs ini," tulisnya.

"Pertama, kedua perilaku ini melibathan tindakan repetitif yang menyebabkan masalah untuk seseorang. Kedua, beberapa orang dengan BFRBs menunjukkan indikasi bahwa mereka memiliki kepercayaan mengenai rambut mereka yang tampak lebih 'obsesif' dan 'perfeksionis' secara alami," sambungnya.

Tara Peris menjelaskan bahwa mendefinisikan apakah BFRBs yang dilakukan tersebut kompulsif atau impulsif dapat membantu dalam perawatan. Namun hal ini juga tentu saja berbeda dari satu orang dengan orang lain.


"Perawatan harus sangat memperhatikan perbedaan ini dan tidak membuat asumsi mengenai apa yang mendorong perilaku ini pada masing-masing individu," tulis Peris.

"Profesional di bidang kesehatan mental harus mendekati setiap pasien sebagai pribadi yang unik; mengetahui apa fungsi BFRBs bagi masing-masing pasien, serta menentukan penanganan apa yang tepat untuk masing-masing individu,"tambahnya.

Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan ini juga tak bisa dilakukan dengan sangat mudah dan butuh pengetahuan yang tepat. Dengan penanganan dan diagnosis yang tepat, masalah ini bakal bisa diatasi.
(adm/aa)

-- Dikutip dari Merdeka.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?


Tidak ada komentar