Breaking News

9 Fakta tentang Kasus Mutilasi di Malang



Majalahberita24.com, Malang Warga malang dihebohkan dengan kasus mutilasi yang terjadi di lantai tiga, Pasar Besar, Kota Malang, Selasa (14/5). Sehari setelah ditemukannya perempuan korban mutilasi, Polres Kota Malang berhasil menangkap seorang terduga pelaku, Rabu (15/5). Namanya Sugeng (49 tahun), warga Jodipan, Kota Malang.

Sugeng sudah mengakui kalau dia pelaku dari mutilasi ini. Berikut sembilan fakta tentang mutilasi.

1. Pelaku Tertangkap dari Tato di Tubuh Korban

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, menceritakan, bahwa penangkapan itu bermula dari petunjuk tato yang terdapat di kaki korban.

"Tadi ada kita amankan yang diduga sebagai pelaku. Berawal dari petunjuk yang kami dapatkan tadi malam yaitu di telapak kaki korban ada tulisan nama 'Sugeng'," terangnya.

Atas dasar itu, polisi kemudian mencari tahu apakah tato bertuliskan nama Sugeng di kaki korban ada kaitan atau tidak dengan peristiwa mutilasi.


"Kemudian anggota kami melakukan pendalaman ke tempat-tempat yang diduga pernah ada orang atas nama Sugeng berada di sana. Termasuk di dekat Pasar Besar," imbuhnya.

Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan dari Selasa malam hingga Rabu siang dengan melakukan pemeriksaan di TKP, bahkan menggunakan anjing pelacak. Kepolisian juga melakukan pemeriksaan dengan menggunakan pakaian yang diduga digunakan oleh tersangka.

"Kemudian anjing melakukan pelacakan, anjing ini melacak sampai di Yayasan Panca Budi, tempat untuk pembakaran mayat, Jalan Martadinata. Di sana sempat berhenti, namun karena tidak ada orang kemudian anjing ini kita bawa pulang," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa anjing pelacak polisi kehilangan jejak di Jalan Raya Laks Martadinata, tepatnya didepan Bank BRI Martadinata, sekitar pukul 14.00 WIB. Sementara itu, Yayasan Panca Budi berada tidak jauh dari Bank BRI Martadinata, masih di sekitar Jalan Raya Laks Martadinata.

Kemudian, tim penyidik berinisiatif kembali melakukan pemeriksaan di sekitar Yayasan Panca Budi pada sekitar pukul 16.00 WIB. Ketika itu, terduga pelaku Sugeng ada di sana dan polisi langsung meringkusnya.

2. Versi Pelaku, Korban Minta Mutilasi


Pelaku Mutilasi di Pasar Besar, Kota Malang atas nama Sugeng (49 tahun), warga Jodipan, Kota Malang, ternyata melakukan aksi pemotongan tubuh lantaran diminta tolong oleh korban. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri. "Menurut pengakuan pelaku kenapa dilakukan mutilasi, karena pesan dari korban," ucap Asfuri kepada wartawan, Rabu (15/50 malam.

Asfuri juga menjelaskan bahwa sebenarnya antara pelaku dengan korban masih belum lama saling mengenal. Bahkan sang pelaku juga tidak tahu identitas korban. "Jadi si pelaku berdasar berdasar pengakuannya menuturkan korban adalah orang Maluku. Sedangkan untuk namanya dia tidak tahu," imbuhnya.


Ketika disinggung mengapa pelaku mau melakukan hal tersebut, polisi menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hal tersebut. Pihaknya hanya menjelaskan bahwa antara pelaku dengan korban baru saja bertemu 9 hari yang lalu di depan Klenteng Eng an Kiong, Kota Malang. Ia menerangkan bahwa korban saat itu memang sudah sakit dan minta tubuhnya untuk dimutilasi.

"Kenal pada saat ketemu itu disekitar sembilan hari lalu. Motif masih kami dalami. Tentunya apa yang kami dapatkan masih akan kami dalami terus terkait dengan keterangan pelaku ini. Kalau dari keterangan pelaku, ia menyebutkan bahwa korban ini pada saat ketemu dengan pelaku sudah dalam kondisi sakit, "bebernya.

3.Gunting Taman, Senjata Mutilasi

Tak hanya itu, Asfuri juga menjelaskan bahwa senjata yang digunakan oleh Sugeng untuk memotong jasad perempuan tak dikenal asal Maluku tersebut ialah dengan menggunakan gunting taman. "Pelaku menggunakan gunting untuk memutilasi," terangnya. Barang bukti gunting tersebut juga diamankan dari tempat ditangkapnya ia di depan Yayasan Panca Budi, Jalan Martadinata, Kota Malang.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya memang ada riwayat bahwa pelaku pernah melakukan tindak kekerasan. "Memang dari penyelidikan sementara seperti itu, tapi masih terus kami dalami, "imbuhnya.


4. Polisi Masih Tanyakan Kondisi Kejiwaan Pelaku

Karena banyaknya kejanggalan itu, pihak kepolisian akan melakukan penelusuran terkait kondisi kejiwaan sang pelaku. "Masih akan kami lakukan pemeriksaan. Kami nanti juga melibatkan psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaan sang pelaku," tandas Asfuri.

Berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah orang yang mengenal Sugeng, banyak komentar di media sosial kalau Sugeng memang mengalami gangguan kejiwaan.

5. Kemeja Putih Motif Bunga dan Rok Merah Diduga Milik Korban Mutilasi


Polisi membeberkan dugaan pakaian milik korban mutilasi di Pasar Besar, Kota Malang Selasa (14/5) siang. Pakaian yang dikenakan oleh korban adalah kemeja putih motif bunga, dan juga rok berwarna merah.

Pakaian tersebut ditemukan polisi di tempat kejadian perkara, beserta barang bukti berupa dua pasang sandal dan beberapa setelan pakaian laki-laki.

Hal itu diungkapkan oleh Kanit Inafis Polda Jatim, Kompol Adrial. "Kami menduga pakaian itu adalah pakaian yang digunakan korban sebelum dieksekusi," ujarnya.

Pakaian tersebut sebelumnya berserakan di bagian atas tangga tempat diduga  dilakukannya aksi pemotongan tersebut kepada si korban. Tak hanya itu, eksekusi itu juga dilakukan beralaskan spanduk.

"Di ujung tangga situ ada spanduk yang kami duga sebagai tempat eksekusi. Karena banyak darah di situ, "imbuhnya.

Sebenarnya, pakaian yang tercecer itu sudah diamankan oleh pihak kepolisian sebelumnya. Hanya saja langsung diamankan untuk proses penyelidikan.

Tak hanya pakaian korban, pakaian diduga milik pelaku juga ditemukan di lokasi yang sama. Bahkan celana dari pelaku juga digunakan untuk penelusuran unit K9 atau anjing pelacak.

6. Polisi Sebar Sketsa Wajah Korban


Meski Sugeng (49 tahun), pelaku yang melakukan mutilasi sudah tertangkap, tapi identitas korban sampai saat ini belum diketahui. Lantaran, Sugeng dan korban saling tidak mengenal. Karena inilah, Polres Malang Kota merilis sketsa wajah korban.

7. Prediksi Pelaku Profesional kemungkinan Meleset


Sebelum Sugeng tertangkap, tim dari INAFIS Polda Jawa Timur memprediksi kalau pelaku adalah orang yang profesional dalam melakukan mutilasi. Tapi, dugaan itu kemungkinan kurang tepat, karena Sugeng, diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Sebelumnya, Kanit INAFIS Polda Jatim, Kompol Adrial, mengungkapkan luka potongan di persendian korban dianggap sangat rapi.

"Dia (pelaku) ini pintar (memotong). Kemungkinan dia memang sudah tahu (bagian yang mudah dipotong)," katanya.

8. Korban Diduga Berumuran 34 Tahun

Sebelum menangkap Sugeng, Polres Malang Kota melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi yang menemukan potongan tubuh korban perempuan di Pasar Besar Kota Malang, selasa ( 14/5). "Saksi yang kami periksa adalah pedagang yang mencium bau menyengat dan melaporkan ke bagian security untuk membersihkan bau yang tidak enak," kata Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri.

"Ternyata ditemukan potongan kaki, tangan dan kepala," imbuhnya.

Menurut dia, potongan korban ditemukan di dua lokasi berbeda, yakni di bawah tangga dan kamar mandi. Saat ini, pihak kepolisian sedang mendalami kasus mutilasi yang diduga menimpa kepada seorang perempuan berumuran 34 tahun.

"Kami akan melakukan pemeriksaan lebih dalam untuk beberapa hari kedepan, jika nanti sudah kami informasikan," ucapnya.

9. Awalnya Bau Korban Mutilasi Disangka Bangkai Hewan


Saat ditemukan pada Selasa siang (14/5), awalnya orang yang mencium bau bangkai tersebut mengira kalau bau itu datang dari bangkai hewan, "Ada bau yang tidak enak, saya kira itu bangkai hewan tapi ternyata mutilasi perempuan," ucap Udin, penemu pertama mayat tersebut yang bekerja sebagai pedagang Pasar Besar.

Seorang anggota relawan Malang yang mengevakuasi mayat tersebut, Andik Agus, mengatakan beberapa bagian potongan mayat yang ditemukan terikat kantong plastik.

"Jadi, ujung lengan yang habis dimutilasi diikat kresek agar tidak keluar darahnya," kata Andik.
(adm/aa)

-- Dikutip dari Kumparan.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?






Tidak ada komentar