Header Ads

5 Fakta Sulitkan Polisi Ungkap Identitas Korban Mutilasi Pasar Besar Malang


5 Fakta Sulitkan Polisi Ungkap Identitas Korban Mutilasi Pasar Besar Malang

Majalahberita24.com, Malang Sejumlah fakta menyulitkan kepolisian dalam mengungkap identitas korban mutilasi di Pasar Besar, Kota Malang. Petunjuk baru kini tengah dicari sebagai jalan lain, membongkar tabir identitas perempuan misterius itu.

"Ada beberapa kendala menyulitkan kami untuk mengungkap identitas korban. Salah satunya, karena kondisi jenazah yang sudah membengkak," tegas Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (15/5/2019).

Asfuri menjelaskan, kesulitan lain yang ditemui adalah raut wajah yang sudah rusak sehingga menyulitkan untuk dilakukan identifikasi. Selain itu, mayat sudah kaku sehingga sidik jari tidak terbaca. "Bagian wajah juga sudah rusak, tidak ada identitas ditemukan di TKP," tambahnya.

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

Berikut lima fakta menjadi kendala polisi mengungkap identitas perempuan korban mutilasi :

1. Kondisi mayat sudah kaku, menyulitkan identifikasi sidik jari.

2. Raut wajah yang telah rusak, membuat kendala merinci secara detil ciri-ciri korban.

3. Mayat sudah dalam kondisi menggelembung saat ditemukan. Diperkirakan kematian sudah terjadi sekitar 4 hari sebelum ditemukan.

4. Tidak ditemukannya identitas korban di lokasi kejadian. Selama olah TKP, Tim Inafis menelusuri setiap jengkal lokasi kejadian.

5. Hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi belum membantu polisi menemukan petunjuk yang mengarah kepada identitas korban.


Tim olah TKP Polda Jawa Timur dilibatkan untuk membantu mengungkap kasus ini. Tim bekerja diawali dengan meneliti potongan tubuh yang kini berada di kamar jenazah rumah sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Rencananya tim Polda Jawa Timur juga akan mendatangi lokasi kejadian, siang ini. Mereka akan menggelar olah TKP ulang guna menemukan petunjuk baru dalam mengungkap kasus keji itu.

"Kami juga melibatkan Polda Jawa Timur dalam mengungkap kasus ini. Sampai hari ini, identitas korban masih belum terungkap," tandas Asfuri.

Ada enam bagian tubuh perempuan korban mutilasi ini yang dipotong. Saat ditemukan lokasinya tidak dalam satu tempat. Berawal dari Chilman (48), pedagang di Pasar Besar yang mencium bau busuk di area lapak dagangannya. Dia kemudian meminta bantuan sekuriti pasar untuk menelusuri asal dari bau tak sedap itu.

Ketika mencarinya diamtara sampah yang berserakan, kedua dikejutkan dengan potongan kaki dan tangan di lokasi. Penemuan ini kemudian dilaporkan ke polisi, Selasa (14/5/2019), siang.
(adm/aa)

-- Dikutip dari Detik.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.