Breaking News

Sosialisasi Lewat Pelanggan, Tukang Galon di Muna Lolos Anggota DPRD


Sosialisasi Lewat Pelanggan, Tukang Galon di Muna Lolos Anggota DPRD

MajalahBerita24.com, Sulawesi Pemilu 17 April 2019 lalu melahirkan kisah-kisah menarik.
Salah satunya hadir dari Kabupaten Muna Barat (Barat), Sulawesi Tenggara (Sultra), Siapa
yang menyangka, Agung Darma (28), seorang pemuda pengantar galon, terpilih menjadi anggota
DPRD Mubar.

Bahkan, Agung yang maju menjadi calon anggota legislatif melalui pintu Partai Demokrat,
nomor urut 2 ini, mampu melampaui perolehan suara Ketua DPC Partai Demokrat Muna Barat,
La Ode Abdul Gamal.

"Saya dapat 734 suara, saya nomor urut 2, sedangkan Pak La Ode Abdul Gamal, dapat 520 suara, nomor urut 1," kata Agung saat dihubungi kendarinesia, Kamis (25/4).

Agung mengaku, sehari-hari ia mengurus usaha galon kecil-kecilan miliknya di Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Muna Barat, Sultra. Tak ada karyawan di usaha galonnya, sehingga ia merangkap sebagai pemilik sekaligus pengantar galon.

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

Memasuki masa pemilu, Agung memberanikan diri untuk maju menjadi Caleg DPRD Mubar lewat Partai Demokrat, untuk Dapil I, meliputi Kecamatan Kusambi, Napano Kusambi dan Kecamatan Sawerigading. Agung mengaku, awalnya dia hanya mengadu nasib dan coba-coba. Tapi tak disangka ia bisa terpilih.

"Perasaan saya senang karena istilahnya tidak disangka-sangka. Tidak terpikir atau bahkan bermimpi untuk terpilih, padahal hanya adu nasib," katanya.

Sosialisasi Lewat Pelanggan, Tukang Galon di Muna Lolos Anggota DPRD

Menurut dia, ia berani maju sebagai Caleg karena melihat tak ada incumbent dari Dapilnya dan merupakan Pilcaleg pertama untuk DPRD Mubar. "Saya berani maju karena semua pemula,
karena di Pemilu ini juga, untuk DPRD adalah yang pertama di Muna Barat, belum ada incumbent
makanya saya beranikan diri," sambungnya.


Usai ditetapkan sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) KPU Mubar, Agung langsung mensosialisasikan diri melalui jaringan langganan galon miliknya. Ia jalan dari rumah-kerumah, sembari menawarkan galon dan mensosialisasikan diri.

"Strateginya, saya dari jaringan galon dan mertua saya yang pengusaha batu merah juga jalan, jadi dua jaringan berbeda. Jadi, saya sosialisasi ke yang antar galon, rata-rata langganan galon saya memberi dukungan ikhlas, tanpa dberi uang, karena sebagian merupakan keluarga," imbuhnya.

Ia juga mengaku, sebelum ditetapkan sebagai Caleg, ia sudah rajin sosialisasi dan silaturahmi
kepada penduduk di desa-desa lain.

"Saya tidak fokus di galon sejak sosialisasi, karena saya masuk desa ke desa sebelum penatapan
nama caleg, saya sudah bangun bahasa ke langganan saya, saya mau maju DPRD." katanya.

Dalam setiap pertemuannya dengan para pelanggan galon atau warga, Agung mengaku tak pernah melampar janji. Ia hanya memaparkan visi maju menjadi caleg dan menjalin silaturahmi.

"Saya distribusikan sendiri galon aiirnya, ya target saya karena memang sembari memaparkan visi-misi, saya juga tidak pernah janjikan masyarakat ini itu, tapi silaturahmi jalan selamanya. Saya mau janjikan satu program jangan sampai saya tidak bisa karena kami hanya bahas anggaran." tandasnya.
(adm/aa)

-- Dikutip dari Kumparan.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?



Tidak ada komentar