Breaking News

Pemilik Salon Dibunuh Rekan Pria, Kondisi Mona Telah Jadi Tulang Belulang


Pemilik Salon Dibunuh Rekan Pria, Kondisi Mona Telah Jadi Tulang Belulang

Majalahberita24.com, Tapanuli Misteri hilangnya seorang perempuan bernama Moga Saputra Siregar alias Mona (40) akhirnya terkuak. Ternyata, pemilik salon di Desa Padang Hasior Lombang, Sihapas, Barumun itu merupakan korban pembunuhan.

Terungkapnya kasus ini, polisi pun telah menemukan tulang belulang Mona di semak-semak, Desa Lubuk Gonting, Kecamatan Sihapapas Barumun, Padang Lawas, Sumatera Utara.

Kasus berawal Saprin Efendi Siregar, saudara korban melapor ke Polres Tapanuli Selatan. Pelaporan kasus itu disampaikan setelah Mona mendadak menghilang sejak 26 Maret 2019 lalu.

“Efendi lalu membuat laporan pengaduan orang hilang di Polsek Barumun dengan nomor LP/19/IV/2019/SU/Tapsel/TPS tertanggal 8 April 2019,” kata Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Alexander Piliang dilansir Kabarmedan.com--jaringan Suara.com, Minggu (14/4/2019).


Berdasarkan keterangan warga, korban terakhir kali terlihat sedang berboncengan dengan Patut Pohan. Bermodalkan bukti-bukti yang ditemukan, polisi akhirya menemukan titik terang. Kasus ini mulai terungkap setelah polisi meringkus lelaki bernama Sahukum Hasibuan alias Farhan Hasibuan alias Hukum (33).

Dari hasil interogasi, kata dia, Farhan mengaku membunuh korban bersama rekannya Patut pada 26 Maret 2019 malam. Dugaan sementara, motif pembunuhan ini, keduanya ingin menguasai barang berharga milik korban.

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

“Kedua pelaku menusuk bagian dada korban berulang kali dengan benda tajam. Jasad korban lalu dibuang pelaku ke semak-semak di wilayah Desa Lubuk Gonting, Kecamatan Sihapapas Barumun, Padang Lawas,” jelasnya.

Terkait penangkapan itu, polisi kemudian meminta Farhan menunjukkan lokasi pembuangan mayat korban. Dari lokasi, jasad korban pun ditemukan sudah dalam kondisi mengenaskan.

"Petugas menemukan sesosok mayat yang telah menjadi tulang belulang. Diduga itu adalah jasad korban. Selanjutnya, tulang belulang itu dibawa ke RSUD Paluta.

Sahukum kemudian dibawa untuk mencari keberadaan rekannya Patut. Namun, saat dilakukan pengembangan pelaku berusaha melarikan diri.

“Petugas memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kakinya. Saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap Patut,” kata dia.

Dalam kasus ini, keduanya kini telah ditahan. Polisi telah menyita beberapa barang bukti berupa satu buah sepeda motor dan satu unit telepon seluler. (adm/aa)

-- Dikutip dari suara.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?


Tidak ada komentar