Breaking News

Micin Jadi Penyebab Otak Lemot, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan Dokter!


Micin Jadi Penyebab Otak Lemot, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan Dokter!

Majalahberita24.com, Kamu mungkin sudah sering mendengar bila terlalu banyak makan micin bisa membuat otak menjadi lemot.

Micin atau penyedap rasa MSG selama ini memang selalu dianggap sebagai bumbu masakan
yang memiliki dampak negatif bagi tubuh.

Namun, apakah bener micin bisa memiicu otak menjadi lemot?

Penelitian soal micin pun terus dilakukan untuk bener-bener memastikan keamannya.

Penyedap rasa atau yang lebih akrab dengan sebutan micin memiliki kandungan monosodium
glutamat yang terdiri dari air, natrium, dan glutamat.

Glutamat yang juga terkandung dalam susu, keju, daging, ikan dan beberapa sayur adalah zat
penting yang dapat mengubah rasa makanan jadi lebih nikmat.

Dalam artikelnya di laman hellosehat, dr Ivena menulis bahwa kandungan asam glutamat
itu dapat membuat sel-sel saraf otak lebih aktiif dan membuat makanan menjadi lebih lezat.

''Selama ini kebanyakan efek samping yang dilaporkan setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG memang terjadi pada sistem saraf otak. Karena itu, MSG secara tidak
langsung bisa membuat seseorang jadi 'lemot,''

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

"Lemot" atau lemah otak adalah istilah yang dipilih dr Ivena untuk menggambarkan penurunan
fungsi kognoitif otak.

Fungsi kognitif otak antara lain berpikir logis. mengambil keputusan, merekam informasi
ke dalam ingatan, menyelesaikan masalah, dan menjaga konsentrasi.

Mungkin akan timbul pertanyaan, apa hubungan penyedap rasa dengan kemampuan otak manusia?

Dokter Ivena mengatakan, otak memiiliki banyak saraf yang bertugas menerima berbagai
macam rangsangan.

Saraf yang bertugas menerima rangsangan disebut reseptor yang jumlahnya ada di bagian
hipotalamus otak.

"Nah, glutamat dalam penyedap rasa punya banyak reseptor yang ada di hipotalamus, Karena
itu, efek kebanyakan glutamat di otak bisa membahayakan. Reseptor dalam otak jadi terangsang
secara berlebihan akibat kadar glutamat yang tinggi. Bila terus-terusan terjadi, alhasil aktivitas
reseptor yang berlebihan malah bisa sebabkan kematian.

Padahal, neuron yang merupakan sel-sel saraf berperan penting untuk menjalankan fungsi
kognitif otak.

Kematian neuron berarti fungsi kognitif otak turun dan menyebabkan seseorang menjadi
lemot.


Tulisan yang datanya ditelah dr Yusra Firdaus itu juga menyebutkan bahwa monosodium
glutamat memiliki efek buruk lain bagi sistem saraf.

Dampaknya menyebabkan sakit kepala, insomnia, dan kelelahan.

''Monosodium glutamat juga dapat menimbulkan gejala-gejala depresi dan kecemasan. Hal-hal tersebut tentu dapat memengaruhi kinerja seseorang dan dapat berdampak negatif,''

Oleh karena itu, mereka pun menyarankan untuk tidak mengonsumsi banyak MSG atau micin.

Meskipun dampak yang ditimbulkan tidak terjadi dalam sekejap, tetapi jika Anda menambahkan
MSG dalam makanan sehari-hari, maka lama-lama efeknya juga akan menumpuk.

Mereka menyarankan, lebih baik untuk menggunakan rempah-rempah alami sebagai pengganti
micin, misalnya kunyit, jahe, lada, cengkeh, kayu manis, kemiri, dan ketumbar. (adm/aa)

-- Dikutip dari Grid.id

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?





Tidak ada komentar