Header Ads

Mengamen Bersama Istri, Pria di Sukabumi Berpakaian Bak Perempuan


Mengamen Bersama Istri, Pria di Sukabumi Berpakaian Bak Perempuan

Majalahberita24.com, Sepasang suami-istri di Kampung Puspa, Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bekerja sebagai pengamen, yakni Eka Suryanto (35) dan Yulianti (50). Yang menarik yaitu Eka, sang suami, berdandan seperti perempuan untuk menarik perhatian.

Keduanya berjalan kaki untuk mengamen dengan membawa sebuah pengeras suara kecil yang diselempangkan di bahu. Mereka tak segan memperkenalkan diri dan berkisah tentang mulanya ide mengamen dengan cara tersebut.

"Dulu, istri saya ini tetangga kontrakan waktu kami masih sama-sama merantau di Jakarta. Saya sering cerita banyak dan mungkin karena semakin lama saya nyaman dan akhirnya kami putuskan menikah dan hingga sekarang," ungkap Eka kepada sukabumiupdate.com, Senin (15/4).

Eka menceritakan sebelumnya dia bekerja sebagai pekerja kasar dan kuli bangunan. Dia mengaku baru dua tahun berdomisili di Kecamatan Pabuaran. Sebelumnya Eka dan istrinya tinggal di Jakarta dengan bekerja sebagai pengamen. Kini mereka mengamen dari kampung ke kampung di Kecamatan Lengkong dan Pabuaran.

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

Menurut Eka, berpenampilan layaknya seorang perempuan terpaksa dilakukan demi mencari uang untuk memenuhi kebutuhan pokok.

"Sebenarnya saya malu berpakaian wanita, tapi karena memang hasilnya lumayan untuk kehidupan kami, jadi saya lanjutkan. Kami terpaksa begini bukan karena sudah hilang rasa malu, tapi memang lebih baik begini daripada kami mencuri," kata Eka sambil meneteskan air mata.

Istri Eka, Yulianti, mengungkapkan sangat mencintai suaminya meski usia mereka terpaut cukup jauh. Dia sama sekali tidak keberatan melakoni pekerjaan mengamen setiap hari dengan berjalan kaki. Meski suaminya berpakaian seperti perempuan, namun Yulianti menegaskan bahwa Eka tetaplah laki-laki tulen yang mencintainya.


"Suami saya normal. Kami menikah sudah 10 tahun. Meski dari dia, saya belum dikaruniai anak. Tapi dia tipe suami yang sangat bertanggung jawab kepada keluarga. Dia juga romantis, setiap hari sebelum tidur kaki saya suka dipijit dulu," ungkap Yulianti.

Yulianti mengaku sangat menghargai pengorbanan suaminya untuk mengamen. Pekerjaan itu, kata dia, menjadi salah satu cara untuk menjalani hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Jadi pengamen bukan satu-satunya cara yang kami jalani supaya bisa bertahan hidup. Kesulitan ekonomi yang membuat kami melakukan banyak cara untuk bertahan hidup, tapi dengan cara yang halal," pungkas Yulianti. (adm/aa)

-- Dikutip dari kumparan.com

Bagaiimana reaksi Anda tentang artikel ini?





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.