Breaking News

Kronologi Pembunuhan Anggota DPRD Sragen yang Diracun 3 Kali


Kronologi Pembunuhan Anggota DPRD Sragen yang Diracun 3 Kali

Majalahberita24.com Jakarta Kurang dari 24 jam, Polres Wonogiri berhasil mengungkap pelaku dari pembunuhan anggota DPRD Sragen, Sugimin (52 tahun), yang ditemukan tewas pada Selasa (16/4). Berdasarkan keterangan dari Wakapolres Wonogiri, Kompol A. Aidil Fitri Syah, diketahui pelaku adalah seorang dosen berinisial N (30).

Tak hanya berprofesi sebagai seorang dosen, pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu juga berbisnis konveksi.

Berikut ini adalah kronologi terjadinya pembunuhan:

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

Kamis, 11 April 2019

Pada pukul 02.00 WIB, Sugimin diketahui pergi keluar rumah tanpa berpamitan pada siapapun. Kala itu, ia mengendarai mobil Isuzu Panther Touring dengan nomor polisi AD 9210 RE. Tidak ada yang mengetahui pasti ke mana perginya korban.

Anak korban, Deni, yang heran karena ayahnya tak kunjung pulang, lantas mencari keberadaan Sugimin. Deni berusaha menghubungi Sugimin lewat handphone-nya namun hasilnya nihil. Handphone korban tidak aktif.

Selasa, 16 April 2019

Pada pukul 02.30 WIB, Deni mendapatkan informasi bahwa ayahnya berada di RSUD Dokter Soediran Mangun Soemarso Wonogiri. Sayangnya, Deni harus menelan kenyataan pahit lantaran ayahnya sudah dalam kondisi meninggal dunia di rumah sakit tersebut.

Namun, Deni merasa ada yang janggal dengan kematian ayahnya. Deni lantas melaporkan hal ini pada pihak Kepolisian. Senada dengan Deni, pihak Kepolisian pun juga menemukan kejanggalan pada kematian Sugimin.

Pihak rumah sakit memberikan hasil visum di mana ditemukan busa pada mulut korban. Selain itu, bagian pupil mata korban juga mengecil. Tim medis tidak menemukan tanda penganiayaan di tubuh Sugimin.

"Dari visum ada indikasi kematian yang tidak wajar,” kata Wakapolres Wonogiri, Kompol A. Aidil Fitri Syah, Kamis (18/4).


Rabu, 17 April 2019

Kurang dari 24 jam, pihak Kepolisian berhasil menemukan pelaku yang membunuh Sugimin. Pelaku ini adalah seorang dosen berinisial N. Kepolisian pun menetapkan N sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan ini.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa N ada bersama dengan Sugimin sejak tanggal 11 April hingga 16 April. Saat itu Sugimin menderita diare yang selanjutnya diberi obat oleh N. Dalam obat ini rupanya N memasukkan racun tikus ke dalamnya. Bukannya sembuh, Sugimin justru tambah sakit.

Tersangka sempat mengantarkan Sugimin ke rumah sakit dan sembuh. Namun, tersangka kembali memberi obat yang berisi racun tikus sebanyak tiga kali pada korban hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Kamis, 18 April 2019

Sejumlah kebohongan yang diciptakan oleh tersangka akhirnya terungkap. Skenario yang selama ini diceritakan nyatanya hanya kebohongan belaka. Pihak kepolisian berhasil menggali informasi lebih dalam bahwa adanya keterlibatan orang lain selain N.

Ada seorang saksi yang bernama Mugiono. Ia awalnya mengaku mengetahui korban tergeletak di pinggir jalan dekat SMP N 1 Wonogiri. Pada kenyataannya, korban ada di dalam mobil berputar-putar bersama tersangka dan seorang supir.

Pihak kepolisian masih mendalami soal keterlibatan Mugiono ini. (adm/aa)

-- Dikutip dari kumparan.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?






Tidak ada komentar