Breaking News

Kenapa Kita Harus Mencoblos?


Kenapa Kita Harus Mencoblos?

Majalahberita24.com, PEMILIHAN umum serentak segera digelar pada 17 April mendatang. Tak sedikit masyarakat yang masih bingung dengan pilihannya. Memang, yang namanya memilih ya harus disertai dengan berbagai pertimbangan. Seperti halnya ketika kita membeli durian, sudah pasti akan memilih yang matang dengan rasa yang manis. Apalagi memilih seorang pemimpin yang akan menentukan kebijakan selama 5 tahun kedepan.

Apa alasan kita harus memilih?

Sepertinya sudah dijelaskan secara gamblang dalam setiap sosialisasi baik oleh KPU maupun yang berkepentingan dalam pemilu. Namun, penjelasan akan pentingnya mencoblos seolah tak memberikan kepuasan bagi para pemilih.

Menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan. Alasan seperti itu agaknya kurang greget untuk meyakinkan masyarakat berbondong-bondong ke TPS saat hari pemungutan suara tiba. Ada beberapa yang mengatakan, siapa pun nanti yang terpilih, tidak akan mengubah nasibnya. Jadi petani tetap petani, jadi tukang becak ya tetap mengayuh becak, jadi pedagang tetap saja pedagang.

Anggapan tersebut ditepis oleh Ketua KPU Kabupaten Brebes, Muamar Riza Pahlevi. Menurutnya, sebagai warga negara yang baik, maka kita harus mentukan pilihan. Hal ini untuk lebih melegitimasi siapapun nanti yang terpilih.


"Semakin banyak suara, maka siapapun nanti yang akan terpilih, itu legitimasinya kuat," kata Riza.

Riza mencontohkan, ketika ada 100 suara, maka minimal kemenangan 50+1. Namun ketika ada 50 suara maka minimalnya 26+1. "Sudah pasti lebih kuat yang 50+1, ini yang dimaksud legitimasi kekuasaan," jelas Riza.

Sementara itu, terkait alasan masyarakat yang mengatakan nasibnya sama tidak akan berubah, Riza mengatakan itu salah besar. Sebab, kekuasaan yang nantinya akan bercokol itulah yang menentukan arah kebijakan.

"Kebijakan yang diambil, sudah pasti berdampak pada semuanya. Jadi jangan bilang tidak merasakannya. Saya ambil contoh seorang pedagang. Kenapa harus nyoblos, karena kebijakan yang nantinya terpilih akan berpengaruh dengan perkembangan ekonomi. Tukang becak juga merasakannya. Kalau dia mengayuh becak tapi jalan yang dilalui rusak, pasti tidak nyaman, makanya harus pilih pemimpin yang terbaik yang bisa memberikan kebijakan merata. Jadi semua ada pengaruhnya," beber Riza.

Untuk itu, Riza mengimbau kepada warga yang sudah masuk DPT harus menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin. Jika tak mau membeli kucing dalam karung, maka harus mempelajari dan menilai para calonnya baik capres maupun caleg yang akan dipilih.

"Ya jelas harus menilai dong. Jangan sampai salah pilih. Semua calon itu terbaik, tapi pilih yang terbaik. Supaya suara kita tidak sia-sia dan bisa dipertanggung jawabkan. Itulah kenapa pemilu sistemnya periodik lima tahun. Jadi masyarakat bisa menilai antara yang lama dan yang baru seperti apa," kata Riza.

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

Untuk memilih para calon, juga tidak serta merta yang hanya memberikan imbalan entah berupa uang ataupun barang. Ini namanya money politic. Segelintir orang kerap berceloteh yang mereka pilih ya yang memberikan uang.

"Money politic itu dilakukan oleh para calon yang tidak percaya diri akan kapasitas dan kemampuannya. Ketika sudah terpilih, maka bagaimana caranya mereka akan melakukan upaya untuk balik modal, salah satunya dengan korupsi," ungkap Riza.

Untuk itu dengan tegas Riza mengimbau kepada segenap warga untuk menghindari money politic.

"Jangan lupa, gunakan hak pilih anda pada 17 April mendatang. Mari kita sukseskan Pemilu 2019. Hindari money politic supaya menghasilkan para pemimpin yang berkualitas. Karena demokrasi, maka siapapun yang nantinya terpilih, harus kita dukung bersama kepemimpinannya. Tentunya ketika kita sudah nyoblos, maka kita berhak melakukan kritik dan saran atas kebijakan yang tidak sesuai," pungkas Riza. (adm/aa)

-- Dikutip dari kumparan.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?








Tidak ada komentar