Header Ads

Ibu di Tulungagung Tawarkan Ginjal demi Biaya Perawatan Anaknya


Ibu di Tulungagung Tawarkan Ginjal demi Biaya Perawatan Anaknya

Majalahberita24.com, Jakarta Rafika Dewi (25 tahun), seorang ibu pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung berniat menjual ginjal untuk membayar pengobatan anaknya. Tawaran menjual ginjal ini menjadi viral, setelah Rafika menggunggah rencananya itu di media sosial (medsos) Facebook.

Saat ditemui di rumah sakit, warga Lampung ini membenarkan rencana untuk menjual ginjalnya. Ia mengaku bingung atas biaya perawatan anaknya yang berusia 46 hari yang mengalami infeksi pada bagian pusar.

"Masuk sejak hari Rabu kemarin sampai saat ini," kata Rafika, Minggu (7/4).



Ibu di Tulungagung Tawarkan Ginjal demi Biaya Perawatan Anaknya

Dirinya mengaku kesulitan untuk mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), karena status perkawinannya dengan warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, masih berstatus nikah siri. Hal itu membuat pihak desa tidak bisa mengeluarkan surat keterangan tersebut.

"Suami sudah mengurus namun pihak desa tidak bisa," ujarnya.

Rafika berharap postingan di Facebook-nya tersebut mampu mengetuk hati orang lain untuk membantu biaya perawatan anaknya.

"Saya rela jual ginjal untuk biaya perawatan anak saya, Pak," katanya.

Nafas Lega Ibu yang Ingin Jual Ginjal demi Biaya Pengobatan Anak

Ibu di Tulungagung Tawarkan Ginjal demi Biaya Perawatan Anaknya

Rafika Dewi, ibu dari pasien bayi yang viral di media sosial karena menawarkan ginjalnya untuk biaya pengobatan bayinya, akhirnya bisa bernafas lega. Sebab, Rumah Sakit Umum Daerah dr Iskak Tulungagung, tempat anaknya dirawat, berencana menggratiskan semua biaya pengobatan.

Humas RSUD dr Iskak Tulungagung, Muhammad Rifai menuturkan, manajemen rumah sakit sudah membahas masalah tersebut bersama jajaran direksi.

Hasilnya, rumah sakit akan memberi keringanan kepada keluarga pasien dengan membayar perawatan semampunya. Bahkan bila keluarga pasien sama sekali tidak mampu, biaya perawatan akan digratiskan.

"Kita akan lakukan survei terlebih dahulu, jika benar-benar tidak mampu, bisa kami gratiskan," ujar Rifai, Senin (8/4/2019).

Rifai mengatakan, sesuai aturan rumah sakit, terdapat beberapa skema pembayaran bagi pasien yang tidak mampu. Di antaranya dengan menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pemerintah desa.

Sedangkan pada kasus ini, keluarga pasien tidak bisa mengurusnya karena status pernikahan siri. Selain itu, pasien bayi yang masih berumur 47 hari tersebut juga belum mempunyai kelengkapan dokumen.

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

"Komitmen kita adalah melayani semua pasien, baik yang mampu maupun kurang mampu," tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tulungagung, Indrina Damayanti, yang ikut melihat kondisi pasien menyebut, BPJS akan membantu proses pendaftaran pasien menjadi peserta BPJS Kesehatan. Meskipun belum memiliki kelengkapan dokumen, tapi sesuai ketentuan masih bisa didaftarkan dengan kartu keluarga milik bapaknya.

"Kita bantu untuk proses pendaftarannya agar bisa di-cover biaya dengan BPJS," ungkapnya.

Sosok Rafika menjadi viral di media sosial (medsos) setelah menawarkan ginjalnya untuk dijual sebagai biaya perawatan anaknya di RSUD dr Iskak melalui Facebook. Rafika mengaku bingung karena tidak mempunyai uang untuk membayar. Rafika mengaku, bayinya itu mengalami infeksi pusar. (adm/aa)

-- Dikutip dari kumparan.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.