Breaking News

6 Fakta Ledakan yang Tewaskan 2 Orang dan Hancurkan 4 Ruko di Medan


6 Fakta Ledakan yang Tewaskan 2 Orang dan Hancurkan 4 Ruko di Medan

Majalahberita24.com, Medan Ledakan keras yang terjadi di Jalan Kruing, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, menghancurkan empat rumah toko (ruko) tiga lantai di sana, serta menimbulkan korban jiwa dan korban luka.

Apa saja fakta yang sejauh ini diketahui? Simak selengkapnya.

1. Peristiwa Ledakan Terjadi pada Kamis Sore, 11 April 2019

Ledakan keras itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis (11/4/2019). Salah seorang saksi mata bernama Wina (25) mengaku saat itu ia sedang duduk tepat di seberang ruko milik Rahmat, salah pedagang sate kerang.

Tiba-tiba, ledakan keras terjadi. Ia pun tidak tahu apa pemicunya. "Meledak gitu tiba-tiba, enggak tahu apa penyebabnya," katanya.

Karyawan sate kerang milik Rahmat, Irma, juga mengaku mendengar suara ledakan itu. Usai mendengar suara ledakan, ia lalu keluar kamar dan melihat Rahmat bersama istrinya, Dewi, turun dari tangga dalam keadaan tubuh menderita luka bakar.

Hal senada dikatakan karyawan sate kerang Rahmat lainnya, Nur Wulan (19). Saat itu, ia bersama empat rekannya sedang berada di tempat usaha tersebut. Tiba-tiba, mereka mendengar sudara ledakan yang berasal dari tabung gas di tempat usaha sate kerang milik Rahmat.

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

6 Fakta Ledakan yang Tewaskan 2 Orang dan Hancurkan 4 Ruko di Medan

2. Orang Meninggal Dunia

Dalam peristiwa ledakan itu, 12 orang menjadi korban. Dua orang meninggal dunia, yakni kakak-beradik bernama Jafier (10) dan Eren (2).

Sementara itu, 10 orang lainnya menderita luka bakar. Enam orang mendapatkan perawatan dan empat lainnya berobat jalan.

Tak hanya itu, ledakan tersebut juga mengakibatkan beberapa ruko yang ada di lokasi rusak. Ada empat ruko, yakni ruko tempat usaha sate kerang milik Rahmat, ruko oleh-oleh, Toko Deroom, dan ruko tempat usaha Bolu Amanda.


3. Ledakan Dipicu Gas 

Polisi melakukan penyelidikan terkait ledakan tersebut. Polisi menyebutkan bahwa ledakan tersebut dipicu oleh gas.

"Dari hasil pemeriksaan Labfor (Laboratorium Forensik) dan olah TKP, ledakan bersumber dari gas," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, Jumat (12/4).

Namun, polisi masih belum bisa memastikan asal gas yang meledak, apakah dari instalasi PGN atau bukan. Penyelidikan mendalam masih dilakukan untuk mendapatkan kepastiannya.

"Penyelidikan mendalam masih dilakukan. Mudah-mudahan bisa disimpulkan dan ditemukan siapa yang bertanggung jawab dalam peristiwa ini," ujarnya

4. Polisi Mendalami Unsur Kelalaian

Jika ditemukan unsur kelalaian seseorang dalam peristiwa ini, Agus menegaskan orang tersebut akan diproses hukum.

"Siapapun yang lalai akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," ungkapnya.

6 Fakta Ledakan yang Tewaskan 2 Orang dan Hancurkan 4 Ruko di Medan

5. Penyaluran Gas Diminta Ditutup Sementara 

Polisi meminta PGN untuk menutup sementara penyaluran gas ke lokasi ledakan. Keputusan itu dianggap penting guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

"Kepala Polres, Dirkrimsus, dan Kepala Satreskrim‎ tolong diingatkan kepada PGN untuk sementara ini jangan dialirkan gasnya ke lokasi ini dulu," jelas Agus.

6. Instalasi Gas PGN Diklaim Aman

Kepala Sales Area PGN Medan, Saiful Hadi, mengatakan instalasi gas PGN yang tersambung ke lokasi ledakan sudah dipastikan aman, sehingga tidak ada kebocoran.

"Kita pastikan jaringan kita aman. Memang selain menggunakan gas PGN, pelanggan tersebut menggunakan gas elpiji 3 kg dan 12 kg," ujar Saiful.

Pihak PGN masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Labfor dan investigasi terhadap ledakan tersebut. Mengenai permintaan Kapolda Sumut agar pasokan gas ke lokasi ledakan dihentikan, ia mengaku langkah tersebut akan mereka lakukan.

"Pasokan gas ke rumah saat ini kita tutup. Namun, nanti setelah selesai pemeriksaan Labfor mungkin kita akan tutup yang ada di bawah," pungkasnya. (adm/aa)

-- Dikutip dari kumparan.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?










Tidak ada komentar