Breaking News

Perhatikan, Ini Tiga Dampak Negatif bagi Anak yang Diperlakukan Kasar

Perhatikan, Ini Tiga Dampak Negatif bagi Anak yang Diperlakukan Kasar

Majalahberita24.com, Kasus video viral di Kota Malang yang menggegerkan publik sudah tuntas. Ini setelah orang tua yang memaksa anaknya turun dari mobil, meminta maaf kepada publik. Sebelumnya, jagat dunia maya geger karena seorang perempuan memaksa anaknya turun dari mobil.

Dorongan-dorongan terjadi, hingga akhirnya sang anak terjatuh berkali-kali. Tapi, meski sudah minta maaf, bisa jadi persoalan tersebut belum sepenuhnya selesai.”Ini perlu ada advokasi kepada orang tua dan anak, karena kalau di ruang publik saja bisa melakukan sedemikian kasar, apalagi jika di rumah tidak ada orang,” kata Dr Elok Halimatus Sa’diyah M.Si, ahli psikologi perkembangan anak dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang.

Menurut lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, kekerasan fisik dan psikis pada anak akan sangat mengganggu perkembangan anak. Menurut dia, sangat banyak efek negatif yang akan timbul. Jika dirangkum, setidaknya ada tiga efek negatif bagi anak yang terbiasa mengalami kekerasan.

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

1.Anak Tidak Percaya Diri

Dalam ilmu psikologi, ada istilahnya konsep diri. Konsep diri ini sangat penting dibentuk dalam aneka macam tahapan perkembangan manusia. Orang ada yang pemalu, periang, mudah cemas, dan emosional, dikarenakan oleh konsep diri.

Bagi anak yang suka diperlakukan kasar, akan mempunyai konsep diri yang tidak percaya diri.”Bagaimana mau percaya diri, kalau anak tidak merasa nyaman di rumahnya.

2.Berpotensi Melakukan Kekerasan Serupa

Dalam ilmu psikologi behavior, ada istilahnya imitasi tindakan. Jadi, sejatinya manusia adalah makhluk yang melakukan imitasi. Orang yang hidup dilingkungan yang penuh enegri positif, maka akan tumbuh menjadi pribadi positif.

Selanjutnya, bagi orang yang hidup di lingkungan negatif, kasar, dan penuh caci maki, akan tumbuh menjadi pribadi yang negatif.”Bisa jadi jika anak yang terbiasa diperlakukan kasar, akan melakukan kekerasan kepada orang terdekatnya seperti teman atau anaknya nanti, maka dari itu harus ada bimbingan konseling bagi anak yang diperlakukan kasar. Sedangkan ibunya juga didampingi, agar bisa mengatur emosinya.

3.Mencari Perhatian dan Pelampiasan di Luar Rumah

Anak yang sering dilakukan kekerasan baik secara ferbal dan psikis, akan mencari perhatian dan pelampiasan di luar rumah.”Bisa dilihat kalau anak yang melakukan tindakan buruk, pasti berawal dari keluarganya yang tidak benar dalam membimbing.

Perhatian dan pelampiasan di luar rumah, kata Elok, bisa bermacam-macam bentunya.”Bisa seks bebas, minta perhatian lebih pada pacarnya, dan hal-hal lain yang negatif. (adm/aa)

-- Dikutip dari kumparan.com

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?





Tidak ada komentar