Header Ads

PENGEMIS TUA DI BOGOR INI TERNYATA PUNYA MOBIL, PENGHASILAN PER-HARI RP 200 RIBU

Pengemis Tua di Bogor Ini Ternyata Punya Mobil, Penghasilan per-Hari Rp 200 Ribu

Seorang pengemis yang biasa mengemis di kawasan Jalan Abdullah
bin Nuh, Bogor, terpergok memiliki mobil. Pria tua tanpa hidung itu kemudian diusir
petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor saat hendak
mengemudikan mobil minibus miliknya untuk meninggalkan lokasi tempatnya
mengemis.

Foto pengemis memiliki Daihatsu Xenia warna hijau muda ini kemudian
beredar dan menjadi bahan perbincangan di WhatsApp grup.

Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor Dinas Tiko saat dikonfirmasi membenarkan foto
yang beredar di media sosial adalah seorang pengemis yang biasa mangkal di
Simpang Yasmin maupun Simpang Semplak dan diketahui memiliki mobil.

"Tidak ada tindakan karena polisi anggota sedang melakukan penerbitan 
APK (alat peraga kampanye)


Terkuaknya seorang pengemis tua memiliki mobil itu berawal saat sejumlah amggota
Satpol PP sedang melakukan giat penerbitan alat peraga kampanye di kawasan
Jalan Abdullah bin Nuh, tepatnya di Simpang Yasmin

Karena dikira kedatangan petugas Penegak Perda yang hendak melakukan razia
Penyadang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), pria yang belum diketahui
digelandang ke kantor, kakek tanpa hidung itu langsung mengeluarkan kunci mobil
dari saku baju kokonya.

Namun, sesaat akan membuka pintu depan mobilnya, anggota Satpol PP yang sudah
mengenali wajah pengemis itu lantas menghampiri dan menginterogasinya. Begitu 
mengetahui kakek itu memiliki kendaraan pribadi, para anggota Satpol PP pun tercengang.


Petugas kemudian hanya melakukan pengusiran terhadap kakek yang mengenakan sarung, baju koko, dan peci hitam itu. Sebelum meninggalkan lokasi, seorang anggota Satpol PP sempat memfoto saat pengemis membuka pintu kemudi mobilnya.
Kemudian foto tersebut tersebar di WhatsApp hingga menjadi trending topic, terutama di kalangan emak-emak di Bogor.
"Kemarin itu hanya diusir karena posisinya anggota kami sedang melakukan penertiban APK. Tapi nanti kami akan lakukan razia," ujar Kasatpol PP Kota Bogor Herry Karnadi.
Informasi yang dihimpun, kakek tanpa hidung ini biasa mengemis di Simpang Yasmin, Simpang Semplak, dan seputar Kampus IPB Dramaga. Pengendara yang sering melintasi kawasan tersebut tentu pernah melihat sosok pengemis ini.
Setiap hari, sang kakek ini selalu menengadahkan tangan meminta-minta kepada setiap pengendara yang berhenti di lampu merah maupun titik kemacetan.
Saat beraksi, penampilannya dibuat seolah miskin. Wajah tanpa hidung menjadi senjata ampuh untuk mendapatkan uang dari orang yang merasa kasihan.
Penghasilan Rp 200 Ribu Sehari
Petugas Dinas Sosial sempat melakukan interogasi terhadap pengemis tua itu. Interogasi dilakukan di Kantor Dinsos, Jalan Merdeka, Bogor, 
Kepada petugas, pengemis itu mengaku mendapatkan penghasilan rata-rata Rp 200 ribu tiap kali mengemis dari pagi hingga siang hari.




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.