Header Ads

BENARKAH KEPUTIHAN MENJADI PENYEBAB KANKER SERVIKS?


Keputihan merupakan proses alami yang terjadi pada setiap perempuan berupa cairan
bening yang keluar dari vagina. Cairan ini juga memiliki fungsi untuk membersihkan
vagina agar tetap sehat dan dapat menjadi pelumas untuk menghindarkan vagina dari
infeksi dan iritasi.

Namun keputihan juga dapat mengancam kesehatan organ kewanitaan. Pasalnya,
keputihan yang keluar secara berlebihan dapat disebabkan oleh jamur, bakteri, dan parasit
yang bersarang di dalam vagina. Bahkan keputihan yang tidak normal bisa menjadi salah
satu gejala adanya kanker serviks pada organ kewanitaan.

Tetapi jika anda mengalami keputihan, sebaiknya jangan langsung berasumsi Anda 
terkena kanker serviks. Karena dituturkan oleh Dr. Melyawati Hermawan SpKK,
keputihan bukanlah penyebab utama kankers serviks.

 

''Keputihan tidak menjadi penyebab kankers serviks, tetapi bisa menjadi salah satu
gejalanya. Oleh karena itu jika mengalami keputihan yang berlebihan, harus segera
dilakukan pengecekan dan jangan berasumsi sendiri. Perempuan tidak boleh berlebihan
dan membuat dirinya khawatir dengan informasi-informasi tidak pasti atau bukan berasal 
dari ahli,'' ungkap Dr. Melyawati Hermawan SpKK

Tanda-tanda keputihan yang menjadi gejala adanya kanker serviks dalam organ
kewanitaan adalah jika keputihan tersebut terjadi berulang-ulang atau tidak kunjung
sembuh dan berwarna kecoklatan.

Namun tanda-tanda itu saja tidak cukup digunakan sebagai indikasi terjadinya kanker
serviks. Untuk memastikan, perempuan harus melakukan identifikasi secara menyeluruh
dan dilihat apa saja keluhan lainnya yang dirasakan bersamaan dengan keputihan yang tak
kunjung sembuh.



Perempuan bisa melakukan pengecekan dengan melakukan deteksi atau skrining. Bagi
perempuan yang sudah aktif berhubungan seksual, pemeriksaan setiap tahun diperlukan
untuk memantau kondisi organ kewanitaan.

Selain pemeriksaan secara rutin, terdapat beberapa tes yang dapat dilakukan untuk
mendeteksi pra-kanker. Perempuan bisa melakukan tes IVA, papsmear, tes DNA HPV,
dan kolposkopi atau cara yang digunakan dokter untuk melihat vulva, vagina dan serviks
menggunakan alat pembesar.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.