Breaking News

Saat Kubu Prabowo dan Jokowi Beda Suara Soal Sosialisasi Visi-Misi

Saat Kubu Prabowo dan Jokowi Beda Suara Soal Sosialisasi Visi-Misi

MajalahBerita24.com, Jakarta -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkukuh sosialisasi visi dan misi calon presiden-wakil presiden jelang debat perdana Pilpres 2019 disampaikan langsung oleh masing-masing kandidat. Sementara, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menolak usulan itu.

Sedianya sosialisasi visi dan misi kandidat digelar pada 9 Januari, sebelum debat perdana Pilpres 2019 yang digelar 17 Januari 2019.

Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya ingin agar para kandidat yang menyampaikan visi misi tersebut, bukan diwakilkan tim suksesnya masing-masing.

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

"Karena publik kan ingin tahu langsung visi misi capres-cawapres bukan timses, ini Pilpres bukan Pilses," kata Dahnil kepada CNNIndonesia.com, Selasa (1/1).

Alasannya, agar masyarakat bisa langsung melihat gagasan dari dua kandidat yang bertarung pada pesta demokrasi lima tahunan kali ini.

"Karena yang memimpin dan menentukan langsung kebijakan adalah presiden dan wakil presiden bukan Timses atau partai politik pendukung," ujarnya.

Kubu Prabowo dan Jokowi Beda Suara Soal Sosialisasi Visi-Misi


Ia, yang juga mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu, pun tak menginginkan ada kesan capres-cawapres sekedar 'boneka' yang dikendalikan tim sukses atau partai politik pendukung.

"Kami ingin mendapatkan Presiden yang memimpin dengan sebenar-benarnya, bukan presiden yang mudah dikendalikan kekuatan lain," kata dia.

Sementara itu, Juru Bicara TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, mengatakan bahwa sosialisasi visi misi yang digelar KPU tak perlu dilakukan langsung oleh masing-masing kandidat.

Menurutnya, penyampaian visi misi capres-cawapres bisa dilakukan oleh masing-masing tim sukses.

"[visi-misi] itu cuma disosialisasi. Kan hanya penyampaian tim sukses saja. Bagi kita publik bisa melihat [penyampaian visi misi capres-cawapres] di debat," kata Arya dikonfirmasi terpisah CNNIndonesia.com.

Dia menyatakan penyampaian visi misi akan dilakukan oleh pasangan calon, baik Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi, dalam acara debat perdana yang digelar 17 Januari 2019. Hal itu dianggap akan lebih bermanfaat karena bisa langsung diuji.

Kubu Prabowo dan Jokowi Beda Suara Soal Sosialisasi Visi-Misi


"Kami mau uji di debat dong, capres dan cawapres itu benar enggak [visi misinya], didebat diuji. Kalau penyampaian [sosialisasi] satu arah. Enggak ada pendalaman," ujarnya.

Sebelumnya Ketua KPU Arief Budiman menyebut acara sosialisasi visi dan misi calon presiden-wakil presiden terancam dibatalkan. Pembatalan itu akan dilakukan KPU jika kubu Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi belum menemukan kata sepakat terkait konsep penyampaian.

"Pokoknya bagi KPU kalau belum sepakat tidak usah diselenggarakan," ujar Arief di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12).

Sedianya sosialisasi visi dan misi kandidat digelar pada 9 Januari 2019, sebelum debat perdana Pilpres 2019 digelar pada 17 Januari 2019. Namun hingga saat ini kedua pihak, yakni TKN Jokowi-Ma'ruf dan BPN Prabowo-Sandi belum bersepakat perihal konsep acara.


– Dikutip dari CNN Indonesia



Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Tidak ada komentar