Breaking News

Pria AS Diskekusi Setelah 36 Tahun Dijatuhi Hukuman Mati

 Pria AS Diskekusi Setelah 36 Tahun Dijatuhi Hukuman Mati

MajalahBerita24.com,Tennessee--Negara Bagian Tennessee, Amerika Amerika (AS), menyetrum seorang terpidana yang sudah dijatuhi hukuman mati selama 36 tahun, Kamis (7/12/2018).

David Earl Miller (61) dieksekusi pada pukul 07:25 (0125 GMT) di sebuah penjara keamanan tinggi di Nashville. Hukuman itu dijatuhkan atas kejahatan pemukulan dan penusukan yang dia lakukan terhadap seorang perempuan muda dengan cacat mental.

Itu merupakan kedua kalinya hukuman menggunakan kursi listrik di AS dilakukan, hanya dalam waktu satu bulan, setelah tak lagi diberlakukan sejak 2013.

Miller secara fisik dan seksual dilecehkan sewaktu kecil dan hidup sebagai pengembara di awal 1980-an. Lalu seorang pendeta Tennessee memberinya tempat tinggal, namun dengan imbalan hubungan seksual.

Digambarkan oleh seorang psikolog sebagai seorang pria yang suka mengamuk, Miller 'meledak' pada 20 Mei 1981 saat berkencan dengan Lee Standifer yang berusia 23 tahun.

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

Miller dihukum mati karena memukuli dan menikam Standifer hingga tewas dan meninggalkan tubuhnya di daerah hutan dekat rumah pendeta.

Miller dijatuhi hukuman mati pada 1982 dan pada 1987. Selama bertahun-tahun, Miller mengajukan permohonan lain, namun semuanya ditolak.

Miller beberapa kali menang atas permohonannya setelah hukuman mati di Tennessee ditangguhkan karena kontroversi terkait bahan kimia yang digunakan dalam suntikan mematikan.

Namun, negara bagian itu baru-baru ini melanjutkan eksekusi mati. Mahkamah Agung AS menolak memberikan penundaan eksekusi mati bagi Miller.

Menurut Pusat Informasi Hukuman Mati, rentang rata-rata antara hukuman mati dan eksekusinya adalah sekitar 15 setengah tahun.

Ibu Lee Standifer, Helen Standifer, mengatakan kepada surat kabar The Tennessean bahwa dirinya tidak akan menyaksikan Miller dieksekusi.

"Sudah lama sekali, dan saya hanya ingin ini selesai," katanya.

– Dikutip dari Time Magazine

Tidak ada komentar