Breaking News

Menuai Kontroversi! Dulu Prabowo Bilang Indonesia Bubar, Sekarang Indonesia Punah

Menuai Kontroversi! Dulu Prabowo Bilang Indonesia Bubar, Sekarang Indonesia Punah

MajalahBerita24.com, Jakarta -- Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan kontroversi. Yaa, Setelah sebelumnya menyebut Indonesia bubar pada 2030, kemarin Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menyatakan Indonesia akan punah jika dirinya kalah di Pilpres 2019.

Sontak pernyataan tersebut mengundang beragam reaksi, pro dan kontra. Berikut tiga pernyataan Prabowo Subianto yang menuai kontroversi :

1. Indonesia Bubar Tahun 2030

Video pidato Prabowo yang berlangsung selama 39 menit di suatu acara Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, yang diunggah di akun resmi Facebook Partai Gerindra tersebut menjadi viral, setelah diketahui salah satu bahasannya adalah mengenai ramalan Indonesia akan bubar pada tahun 2030.

Dalam video tersebut terlihat Prabowo membawa tiga buah buku yang masing-masing berjudul ‘Destined for War: Can America and China Escape Thucydides’s Trap?’, ‘War by Other Means: Geoeconomics and Statecraft’, dan sebuah novel berjudul Ghost Fleet.

Dalam buku ketiga tersebut, salah satu bahasannya adalah ramalan soal Indoesia pada tahun 2030. Prabowo menyebut novel tersebut ditulis oleh dua ahli strategi Amerika yang menggambarkan sebuah skenario perang antara China dan Amerika pada tahun 2030.

Berita Akurat


“Ini sebetulnya novel yang ditulis oleh dua ahli strategi dari Amerika. Menggambarkan sebuah skenario perang antara China dan Amerika tahun 2030. Yang menarik dari sini bagi kita hanya satu. Mereka ramalkan tahun 2030, Republik Indonesia sudah tidak ada lagi,” ungkap Prabowo.

Prabowo mengatakan, di luar negeri itu ada namanya scenario writing yang memang bentuknya adalah berupa novel tetapi yang menulis itu ialah ahli-ahli inteligen startegis. Jadi soal ramalan tahun 2030 Republik Indonesia sudah tidak ada lagi adalah sebuah fenomena.

Menurutnya, menyampaikan fakta tersebut merupakan kewajibannya sebagai anak bangsa dan pemimpin bahwa bangsa Indonesia harus waspada dalam menghadapi persoalan yang dapat berujung pada kehancuran negara.

2. Indonesia Punah

Prabowo Subianto kembali melontarkan ucapan yang menuai kontroversi di dalam pidatonya di Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat, pada Senin 17 Desember 2018.

“Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah. Karena elite Indonesia selalu mengecewakan, selalu gagal menjalankan amanah dari rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

3. Media Matanya di Dengkul

Pada hari dan diacara yang sama, Prabowo juga untuk kesekian kalinya menyerang media karena tidak puasa dengan pemberitaan reuni 212. Dia menyebut mata media di dengkul.

“Yang aneh dan bin ajaib, banyak sekali media-media kita yang tidak melihat 13 juta orang. Mata mereka mungkin ada di dengkul?” kata Prabowo.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Abdul Manan menyayangkan pernyataan Prabowo mendeskreditkan media hanya karena tidak senang dengan pemberitaan media.

“Ini bukan pertama kali Prabowo berusaha mendiskreditkan media dengan ucapan yang tidak sepantasnya disampaikan oleh calon presiden,” ujar Manan.

Tidak ada komentar