Breaking News

Lagi, Staf Penting Trump Mundur dari Gedung Putih

Lagi, Staf Penting Trump Mundur dari Gedung Putih

MajalahBerita24.com,Jakarta--Reuters dan sejumlah laporan menyebut, hubunganTrump denganKelly terus memburuk.

Presiden Donald Trump telah mengumumkan bahwa Kepala Staf Kepresidenan, John Kelly akan meninggalkan jabatannya pada akhir tahun ini.

Donald Trump menyebut, pengganti John Kelly akan segera diumumkan 'dalam satu dua hari ini.'

Sejak beberapa hari ini muncul desas-desus bahwa John Kelly berada di bawah tekanan untuk mengundurkan diri dari posisi yang dijabatnya sejak Juli 2017.

Beberapa laporan mengatakan bahwa hubungan Presiden Trump dengan mantan perwira marinir itu makin memburuk saja.

Tapi Donald Trump menyebut John Kelly sebagai 'tokoh hebat.'

"Dia sudah bekerja bersama saya selama hampir dua tahun sampai sekarang -dalam dua jabatan," kata Trump. "Saya sangat menghargai pengabdiannya."

Bulan lalu, kantor berita Reuters mengutip sejumlah sumber menulis bahwa Nick Ayers, kepala staf Wakil Presiden Mike Pence, adalah calon pesaing untuk posisi kepala staf kepresidenan.

Penggantian John Kelly makin mempertinggi rekor Donald Trump tentang para pejabat dekatnya yang terpental dalam waktu singkat.

Sejauh ini, sejak dua tahun menjabat, sudah ada 28 pejabat Gedung Putih yang dipecat atau mundur -atau dipaksa mundur.

Dengan pergerakan pelantikan dan pemecatan -atau pengunduran diri begitu cepat itu, Trump kini dibantu oleh Penasihat Keamanan Nasional yang ketiga, direktur komunikasi yang kelima, dan nanti, pejabat baru, akan merupakan Kepala Staf Kepresidenan yang ketiga.

White House departures box


Sebelumnya, John Kelly disorot karena dalam sebuah buku tentang Trump yang ditulis wartawan investigasi kawakan Bob Woodward. disebut bahwa John Kelly menyebut Donald Trump sebagai 'idiot'.

Kelly dalam buku itu disebut mengatakan bahwa "tidak ada gunanya untuk mencoba meyakinkan (Trump) tentang hal apa pun".

John Kelly telah menyangkal secara tegas gambaran di buku itu tentang dirinya.

Di bawah pemerintahan Trump, awalnya John Kelly memimpin Departemen Keamanan Dalam Negeri, namun kemudian dipromosikan menjadi kepala staf, Juli 2017, menggantikan Reince Priebus.

Hari Sabtu (8/12) kemarin, presiden juga mengumumkan bahwa perwira militernya yang menyandang pangkat paling tinggi, Jenderal Joe Dunford, akan pensiun sebagai ketua Kepala Staf Gabungan tentara AS.

Dalam cuitannya, Trump mengatakan bahwa Jenderal Mark Milley, Kepala Staf Angkatan Darat AS saat ini, akan menggantikan Dunford.

– Dikutip dari Reuters

Tidak ada komentar