Breaking News

Duh! Live Streaming Tanpa Busana Pasangan ini Kena Gerebek Polisi !!

Duh! Live Streaming Tanpa Busana Pasangan ini Kena Gerebek Polisi !!

MajalahBerita24.com, Jakarta -- Ada saja jalan orang untuk menjalakan bisnis esek-esek setelah Bigo Live, kini para pebisnis esek-esek telah merambah ke aplikasi Joy.Live.

Seiring berkembangnya teknologi, mereka pun semakin gencar-gencarnya mempromosikan bisnis haramnya secara online dengan menggunakan aplikasi tertentu. Belakangan, polisi berhasil mengungkap para pelaku di balik aksi pornografi yang ditayangkan di Joy.Live.

Mereka adalah M (18) yang berperan sebagai pelaku yang melakukan adegan pornografi, Hengki Karnando Saputra (25) dan kekasihnya R (23) yang bertugas menyiapkan live streaming serta menampung uang yang ditransfer oleh para pelanggan, Setiap pelanggan yang ingin menyaksikan adegan syur akan dikenakan tarif Rp 200.000 untuk sekali melakukan live streaming.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP susanto yang didampingi Kasat Reskrim AKP indra mengungkapkan bahwa para pelaku digerebek tim Polres Tangsel setelah mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya praktek prostitusi yang sering terjadi di sebuah kontrakan .

Mendengarkan laporan masyrakat yang resah akan hal tersebut Tim kepolisian kemudian bergegas menuju ke sebuah kontrakan di Melati Mas, Kemuning Milati Mas, Serpong, Tangerang Selatan pada Selasa (28/12/2018).

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

“Satuan Reskrim Polres Tangerang Selatan mendapatkan info dari masyarakat bahwa di salah satu kamar kosan Melati Mas sering digunakan untuk perbuatan dugaan Tindak Pidana yang bersifat Pornografi .

Dan benar saja, saat petugas berada di lokasi, para pelaku tengah melakukan live streaming. Ketiganya langsung digiring ke Mapolres Tangsel.

Bersamaan pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga unit ponsel merk Samsung, Vivo dan Polytron, sebuah kartu ATM, celana motif loreng, pakaian dalam wanita dan sweater.

“Mengirim barang bukti berupa HP ke laboratorium IT yang dimiliki oleh SubDit Siber, Dit Reskrim Sus PMJ untuk penelusuran secara IT dengan lebih mendalam,” kata Kapolres.

Dalam kasus ini, ketiga tersangka akan disangkakan dua pasal sekaligus.

Yakni Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana orang (PTPO), dan atau Pasal 29 dan atau 30 atau 33 dan atau 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi, serta Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang informasi transaksi elektronik (ITE). Demikian mengutip TribunKaltim.com, Sabtu (29/12).

– Dikutip dari TribunKaltim



Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Tidak ada komentar