Breaking News

Setelah 5 Tahun, AS Kembali Eksekusi Mati Napi Pakai Kursi Listrik

Setelah 5 Tahun, AS Kembali Eksekusi Mati Napi Pakai Kursi Listrik

MajalahBerita24.com,  Tennessee  --  Seorang narapidana mati kasus pembunuhan di Tennessee, Amerika Serikat (AS), dieksekusi dengan kursi listrik. Eksekusi mati dengan metode langka ini dilakukan untuk pertama kali dalam lima tahun terakhir di AS.

Diketahui bahwa narapidana mati di AS biasanya dieksekusi dengan suntik mati. Seperti dilansir AFP, Jumat (2/11/2018), Edmund Zagorski (63) merupakan narapidana mati pertama di AS dalam lima tahun terakhir yang dieksekusi dengan kursi listrik.

Zagorski dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan dua orang pria pada tahun 1983. Saat kejadian, kedua korban dibujuk Zagorski ke sebuah kawasan hutan setempat dengan janji akan diberi mariyuana. Jasad kedua korban ditemukan dua minggu kemudian, dalam kondisi ditembak dan leher digorok.

Eksekusi mati dilakukan setelah permohonan kasasi terakhir ke Mahkamah Agung AS telah ditolak.

Sponsored Ad

Agen Judi Bola Terbaik Indonesia

Diketahui bahwa hanya ada sembilan negara bagian di AS yang masih menggunakan kursi listrik untuk mengeksekusi mati para narapidana. Untuk negara bagian Tennessee, eksekusi Zagorski dengan kursi listrik ini merupakan yang pertama sejak tahun 2007.

Departemen Pemasyarakatan setempat menyatakan eksekusi mati dilaksanakan sesuai aturan hukum yang berlaku di Tennessee.

Zagorski dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (1/11) malam sekitar pukul 19.26 waktu setempat.

Penggunaan metode langka dengan kursi listrik dalam eksekusi mati Zagorski ini merupakan pilihan si narapidana sendiri. Diketahui bahwa setiap narapidana mati di Tennessee yang divonis sebelum tahun 1999, memiliki hak untuk memilih dua metode eksekusi mati. Untuk kasus Zagorski, otoritas Tennessee awalnya berniat melakukan metode suntik mati, yang banyak dipraktikkan di AS.

Namun kemudian Zagorski menggugat otoritas negara bagian Tennessee soal penggunaan tiga obat mematikan yang mengandung obat bius midazolam yang kontroversial karena dianggap tidak mampu mencegah penderitaan narapidana. Gugatan itu ditolak dan Zagorski meminta dirinya dieksekusi dengan kursi listrik.


– Dikutip dari AFP

Tidak ada komentar