Breaking News

Demo di Polda Metro Jaya, Mahasiswa Minta Polisi Tangkap Segera Ratna Sarumpaet

Demo di Polda Metro Jaya, Mahasiswa Minta Polisi Tangkap Segera Ratna Sarumpaet

MajalahBerita24.com, Jakarta  -- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aksi Mahasiswa Indonesia (FAMI) berunjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Mereka menuntut agar polisi segera menangkap aktivis Rata Sarumpaet karena terbukti membuat dan menyebarkan hoaks.

Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam aksi ini sekitar 70 orang. Mereka berujuk rasa dengan menggunakan mobil colt.

"Kami meminta agar polisi segera menangkap Ratna Sarumpaet karena terbukti menyebarkan hoaks. Tangkap dan segera proses sebagaimana hukum yang berlaku," ucap salah satu orator di lokasi, Kamis (4/10).

Demo di Polda Metro Jaya, Mahasiswa Minta Polisi Tangkap Segera Ratna Sarumpaet
Demo Mahasiswa di Polda Metro Jaya.


Mereka juga menuntut agar kepolisian mengusut tuntas kasus hoaks Ratna. Selain itu, massa meminta kepolisian menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam menyebarkan berita hoaks Ratna.

"Pak Prabowo, Fadli, dan pihak yang lain merupakan pihak yang bertanggungjawab karena ikut menyebar hoaks," lanjutnya.

Ratna Sarumpaet Bertemu Prabowo
Ratna Sarumpaet bertemu Prabowo Subianto di suatu tempat. (Foto: dok. Istimewa)


Sejauh ini, aksi unjuk rasa para mahasiswa ini berlangsung dengan aman dan tertib. Beberapa petugas kepolisian terlihat berjaga di lokasi unjuk rasa. Meski ada unjuk rasa, Jalan Jenderal Sudirman terpantau lancar.

Ratna terbukti membuat berita bohong soal wajah lebam akibat dianiaya oleh orang tak dikenal saat berada di Bandara Husein Sastranegara, pada 21 September lalu.

Konferensi Pers, Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet menangis saat konferensi pers terkait kebohongannya, Rabu (3/10/2018).


Sejumlah tokoh mulai dari Prabowo, Sandiaga Uno, Fadli Zon, hingga Amien Rais sempat membela Ratna yang mengaku dianiaya. Bahkan menuding kasus ini bermuatan politik dan pemerintahan Jokowi berada di balik penganiayaan Ratna.

Namun, kenyataannya luka lebam pada wajah Ratna akibat operasi sedot lemakdi RS Bina Estetika, Jakarta. Ratna pun mengaku bersalah dan meminta maaf kepada semua pihak karena telah membuat berita bohong alias hoaks.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan pihak kepolisian akan memproses kasus tersebut. Bahkan kepolisian akan segera memanggil Ratna dan semua pihak yang turut menyebarkan hoaks untuk dimintai keterangan.


– Dikutip dari Kumparan.com

Tidak ada komentar