Breaking News

Tahu Nggak Gaes. Ternyata Ada Kisah Memilukan Dibalik 3 Lomba Agustusan yang Paling Populer Ini!

Tahu Nggak Gaes. Ternyata Ada Kisah Memilukan Dibalik 3 Lomba Agustusan yang Paling Populer Ini!

MajalahBerita24.com,  Jakarta  --  Hari Kemerdekaan Indonesia yang bertepatan dengan 17 Agustus, selalu disambut dengan gegap gempita. Masyarakat biasanya secara swadaya akan menggelar berbagai event, dari mulai panggung hiburan, hingga perlombaan khas seperti panjat pinang, lomba makan kerupuk dan lainnya.

Tapi tahukah kamu kalau dibalik lomba-lomba khas Agustusan, ternyata menyimpan sejarah kelam rakyat Indonesia? Mau tahu kan? Kita simak yuk ulasannya.

1
Panjat pinang, lomba dari Belanda yang sangat “menghinakan” rakyat Indonesia
Panjat pinang, lomba dari Belanda yang sangat “menghinakan” rakyat Indonesia


Zaman dulu, rakyat Indonesia sangat sengsara dibawah penindasan penjajah Belanda. Tahu rakyat Indonesia utuh makanan, mereka pun kemudian membuat sebuah permainan yang bernama De Klimmast alias panjang tiang.



Sama seperti panjat pinang sekarang, di atas tiang digantungkan berbagai makanan, dan orang Indonesia akan berebut untuk menaiki tiang tersebut “demi makanan”. Di sisi lain, para tuan Belanda tertawa geli melihat rakyat Indonesia yang kesusahan mengambil makanan.
2
Lomba makan kerupuk, kenangan pahit sulitnya makanan di era penjajahan
Lomba makan kerupuk, kenangan pahit sulitnya makanan di era penjajahan


Meskipun hasil panen melimpah, faktanya rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Demi menyambung hidup, mereka bahkan kerap makan seadanya, termasuk mengonsumsi kerupuk sebagai lauk nasi.



Untuk mengenang betapa sulitnya masa penjajahan Belanda, rakyat Indonesia pun kemudian membuat lomba makan kerupuk. Sejak dulu, cara menjalankan lomba ini selalu sama, yakni kerupuk yang diikat di tiang, harus dimakan tanpa menyentuhnya.





3
Iseng-iseng cari hiburan, maka jadilah lomba tarik tambang
Iseng-iseng cari hiburan, maka jadilah lomba tarik tambang

Selama masa penjajahan, orang Indonesia dipaksa untuk bekerja keras di pertambangan, perkebunan, membangun jalan dan lainnya.


Nah saat beristirahat, mereka pun memanfaatkan apapun untuk dijadikan bahan permainan, termasuk menggunakan tambang sebagai pemainan adu kekuatan dalam kelompok. Sejak saat itu, tarik tambang jadi hiburan populer dikalangan para pekerja, dan bahkan lestari hingga saat ini.

Tidak ada komentar