Breaking News

Pria ini Jadi Buronan Suku Dayak Karena Bunuh Burung Keramat dan Memamerkannya di Facebook

Pria ini Jadi Buronan Suku Dayak Karena Bunuh Burung Keramat dan Memamerkannya di Facebook

MajalahBerita24.com,Jakarta-- Dari sekian banyak satwa yang hidup dan tersebar di Indonesia, beberapa diantaranya masuk dalam kategori dilindungi. Pemerintah lewat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sudah memberikan sanksi bagi siapa saja yang menangkap atau memburu hewan-hewan tersebut, mengingat populasinya kian langka.

Salah satunya seperti burung enggang, hewan endemik khas Sulawesi ini populasinya kian menurun dan bisa saja punah karena sering diburu oleh manusia tidak bertanggungjawab.

Seperti yang dilakukan oleh seorang pria yang kini menjadi buronan warganet dan para pecinta hewan di Indonesia. Pria yang diketahui bernama Rinto ini mendadak naik daun lantaran memamerkan hewan buruannya, dua ekor burung enggang di Facebook.


.




Menurut beberapa informasi yang dihimpun, foto pria yang diduga berasal dari Poso, Sulawesi Tengah ini, berawal dari sebuah akun Facebook atas nama Yuli yang diduga istrinya ini mengunggah foto suaminya yang sedang memegang dua burung hasil buruannya. Sambil mengalungi senapan angin miliknya.

Melihat tindakan pria ini tak sedikit warganet yang berkomentar, rata-rata mereka meminta agar pihak berwenang segera menangkap pria ini.

"Ayo dong, mau sampai kapan perburuan liar terjadi? Sampai punah baru selesai?" tulis akun @titohanm_24.


"Mereka juga mau hidup,. Segera tindak min. Udah tau itu binatang khas kalimantan. Masih aja di buru," ujar @akasia_mangium.


"Kok bangga ya ngebunuh hewan seperti itu," tulis akun @m.dwiprasetya.


Padahal dalam aturan Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan Republik Indonesia sudah menetapkan jika burung enggang atau juga biasa disebut burung rangkong ini namanya ada di daftar 564 satwa yang dilindungi.

Dan yang tidak kalah penting, burung enggang juga termasuk burung yang sangat keramat bagi suku Dayak. Saking keramatnya, bulu burung indah ini dijadikan hiasan kepala dan hampir keseluruhan bagian tubuh juga menjadi simbol kehidupan bermasyarakat, misalnya rumah adat, baju adat hingga tato yang melambangkan burung ini.


Semoga lekas ditangkap dan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku!

Tidak ada komentar