Breaking News

Punya Loyalitas Tingkat Tinggi, Pria ini Tato Dadanya dengan Logo Perusahaan Tempatnya Bekerja

Punya Loyalitas Tingkat Tinggi, Pria ini Tato Dadanya dengan Logo Perusahaan Tempatnya Bekerja

MajalahBerita24.com, Jakarta -- Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk bekerja. Tanpa bekerja tentu manusia tidak akan bisa mendapatkan apa yang diharapkan. Namun di zaman sekarang, mencari pekerjaan bisa dikatakan tak semudah membalikkan tangan alias gampang-gampang susah.

Ada yang bekerja karena terpaksa tapi ada pula bekerja karena passion yang tinggi, meski jumlah orang yang kayak gitu emang nggak banyak. Salah satunya seperti pria bernama Steven Parkin ini. Pria berusia 24 tahun ini hebohkan dunia maya lantaran punya jiwa loyalitas yang tinggi.

Dilansir dari Metro.co.uk pada Sabtu (23/6/2018), pria yang bekerja sebagai teknisi di perusahaan bernama Lyndon Scaffolding PLC itu membuat heboh lantaran ia mentato dadanya dengan logo perusahaan tempatnya bekerja.



Kejadian ini bermula ketika di jam istirahat, seorang temannya menantangnya untuk menato dadanya dengan logo tersebut dan akan memberinya bayaran. Dengan iming-iming uang yang lumayan, Steven akhirnya menyanggupi dan sepulang kerja, ia pun mampir untuk merajah tubuhnya di tempat tato terdekat.

Keesokan harinya, Steven menunjukkan tato barunya itu kepada teman-temannya. Seketika itu juga teman-temannya heboh dan tidak mengira Steven akan menerima tantangan tersebut.


Steven Parkin dan tatto perusahaan tempatnya bekerja.


Steven Parkin dan tatto perusahaan tempatnya bekerja.


Sementara itu temannya yang bernama Aaron memberikan apreasi terhadap loyalitasnya, bahkan ia berkomentar jika tindakan Steven ini benar-benar seorang pegawai teladan sejati.

Bos Steven yang mengetahui anak buahnya melakukan itu cuma bisa terheran-heran sekaligus senang karena tindakannya ini sempat memancing kehebohan di beberapa media di Inggris.

Meski mendapatkan uang serta apresiasi dari rekan kerja dan bosnya, tapi Steven sejujurnya nggak terlalu senang, bukan karena desain tatonya, tapi lebih ke arah bagaimana nasib tatonya ketika ia sudah tidak bekerja di perusahaannya itu. Dibiarkan begitu saja ataukah ditutupi dengan tato yang lain? Kayaknya opsi kedua lebih baik bagi masa depan Steven.

Tapi kalo dipikir-pikir, ini emang loyalitas, atau cuma karena iming-iming duit aja? Kok kayak politik di Indonesia yang rasanya cuma membeli loyalitas karena duit belaka?


– Dikutip dari Metro.co.uk

Tidak ada komentar