Breaking News

Ngeri! Ini 5 Ritual Pemakaman di Dunia, Dari Bakar Jenazah Sampai Potong Jari Sendiri!

Ngeri! Ini 5 Ritual Pemakaman di Dunia, Dari Bakar Jenazah Sampai Potong Jari Sendiri!

MajalahBerita24.com,Jakarta-- Ritual kematian memang dimiliki oleh beberapa suku dan daerah. Hal ini tentunya dengan beragam motif latar belakangnya. Ada yang untuk menunjukkan rasa sedihnya atau ada yang memberi penghormatan tertinggi untuk jenazahnya. Berikut beberapa ritualnya.

1
Sati
Sati
Ritual Sati ini cukup unik. Ritual ini diperuntukkan bagi wanita yang baru saja menjanda karena ditinggal meninggal oleh suaminya. Sang istri dibakar hidup-hidup bersama jasad suaminya. Atau jika tidak dibakar, bisa saja dikubur hidup-hidup atau ditenggelamkan. Ritual ini populer di India Selatan dan akhirnya dihentikan pada tahun 1827.
2
Mortuary Totem Poles
Mortuary Totem Poles
Totem poles adalah istilah untuk menunjukkan papan dengan ukiran yang bagian ujungnya memiliki rongga. Rongga tersebut digunakan untuk menyimpan sisa jenazah orang penting dari suku asli Amerika bagian barat laut. Ukiran papan ini juga berasal dari garis keturunan orang penting yang meninggal.





3
The Viking Funeral
The Viking Funeral
The viking funeral adalah istilah untuk menggambarkan pemakaman raja suku viking yang aneh. Bagaimana tidak aneh, raja suku meninggal lalu jasadnya dikubur. Selama 10 hari pertama, jasadnya ditemani oleh seorang wanita. Selepas 10 hari wanita ini harus tidur dengan setiap pria di desa dan akhrinya dicekik hingga meninggal oleh raja yang baru. Setelah itu, jasadnya dibakar bersama dengan jasad raja yang lama.
4
Pemotongan Jari Suku Dani
Pemotongan Jari Suku Dani
Pemotongan jari ini adalah gambaran kesedihan karena ditinggal oleh kerabat dekat meninggal dunia. Ritual ini banyak dilakukan oleh orang-orang suku Dani. Selain untuk mengungkap kesedihan, ritual ini juga dilakukan untuk mengusir roh-roh jahat. Namun saat ini ritual ini sudah dilarang.
5
Famadihana
Famadihana


Ritual ini dilakukan sebagai ungkapan penghormatan terakhir dari orang-orang yang ditinggalkan. Di dalam ritual ini, masyarakat dilarang menangis karena dianggap sebagai acara terakhir untuk bersenang-senang. Dalam ritual ini, orang-orang yang ditinggalkan menggendong jenazah dan diajak untuk berdansa. Lalu, jenazah diarak di sekitar makam. Ritual ini terjadi di dataran tinggi sebelah Madagaskar.


Semua ritual ini sudah tidak ada. Mungkin kita bisa mengungkapkan segala rasa sedih yang kita miliki ketika kita ditinggalkan oleh orang terdekat kita. Dan tidak harus dengan turut menyakiti diri sendiri.

– Dikutip dari WWW.KASKUS.CO.ID

Tidak ada komentar