Breaking News

Fakta Menarik Haghia Sophia, Bangunan Bersejarah Yang Pernah Menjadi Tempat Suci Dua Agama di Dunia

Fakta Menarik Haghia Sophia, Bangunan Bersejarah Yang Pernah Menjadi Tempat Suci Dua Agama di Dunia

MajalahBerita24.com,Istanbul--Haghia Sophia merupakan sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Istanbul, Turki. Bangunan ini juga kerap disebut sebagai Aya Sofya atau yang memiliki arti Kebijaksanaan yang Suci. Kini bangunan yang telah berumur hampir 1500 tahun ini telah menjadi museum.

Namun, banyak sejarah hebat yang tertinggal dibangunan ini. Awal pembangunannya, Haghia Sophia merupakan gereja, namun kini juga dikenal sebagai Masjid. Penasaran bagaimana fakta sejarah lengkapnya? Simak di bawah ini ya.

1
Haghia Sophia ketika masih menjadi Gereja pernah mengalami 2 kali kerusuhan.
Haghia Sophia ketika masih menjadi Gereja pernah mengalami 2 kali kerusuhan.
Awalnya gereja Haghia Sophia dibangun di daerah bernama Konstantinopel pada tahun 360. Gereja ini dibuat pada saat kepemimpinan kekaisaran Romawi yang dipimpin oleh Constantius II yang merupakan pewaris tahta dari Constantine. Kerusuhan pertama terjadi pada tahun 404. Hampir seluruh bangunan Haghia Sophia yang terbuat dari kayu terbakar habis. 11 tahun berselang, lewat kekaisaran Theodosius II, Haghia Sophia direnovasi kembali. Namun, pada tahun 532 terjadi kerusuhan besar-besaran yang dikenal dengan Kerusuhan Nika. Kerusuhan Nika menjadi salah satu kerusuhan yang terkenal dalam sejarah karena kerusuhan tersebut membuat hampir setengah Konstantinopel mengalami kerusakan parah dan ribuan orang meninggal dunia.
2
Pada masa kejayaan Byzantium, Haghia Sophia kembali dibangun ulang.
Pada masa kejayaan Byzantium, Haghia Sophia kembali dibangun ulang.
Haghia Sophia yang mengalami kehancuran lalu dibangun ulang setelah mengalami kerusuhan Nika. Saat itu kepemimpinan Romawi berada di bawah kekuasaan Yustinianus I. Dia pun mengambil beberapa ahli sejarah dan ahli bangunan dari Byzantium untuk membangun ulang Haghia Sophia dengan desain yang lebih megah dan mewah. Pembangunan ini terjadi pada 27 Desember 537. Dan seketika Haghia Sophia menjadi bangunan keagamaan paling megah di kekaisaran Romawi.
3
Gereja Haghia Sophia memiliki beberapa nama sebelumnya, setidaknya ada 4 nama.
Gereja Haghia Sophia memiliki beberapa nama sebelumnya, setidaknya ada 4 nama.
Awalnya nama bangunan ini adalah Megale Ekklesia yang merupakan penamaan dari bahasa Yunani. Lalu ada juga Magna Ecclesia dalam bahasa latin. Dua nama ini memiliki arti Gereja Agung. Namun, setelah pembangunan dan renovasi, namanya berubah menjadi Haghia Sophia yang berarti Kebijaksanaan yang Suci. Setelah direbut oleh Kesultanan Ottoman, bangunan ini kerap disebut sebagai Aya Sofya.
4
Kubah aslinya pernah runtuh ketika terjadi gempa bumi hebat pada tahun 558.
Kubah aslinya pernah runtuh ketika terjadi gempa bumi hebat pada tahun 558.
Berada di ketinggian 48 meter, dengan diameter mencapai 40 meter membuat Haghia Sophia menjadi bangunan yang memiliki kubah terbesar pada masa itu. Kubah ini hasil tangan dingin dari arsitek ternama Byzantium kala itu bernama Anthemios dan Isidoros. Sayangnya pada tahun 558 terjadi gempa bumi besar yang melanda kota Konstantinopel yang membuat kubah Haghia Sophia runtuh.
5
Haghia Sophie memiliki aroma arsitektur dan seni era Byzantium yang sangat kental.
Haghia Sophie memiliki aroma arsitektur dan seni era Byzantium yang sangat kental.
Dalam beberapa dinasti, Byzantium memiliki sejarah panjang di Konstantinopel. Haghia Sophia pun tidak terhindarkan dari sangat meluasnya tradisi seni, arsitektur, pengetahuan, agama, hingga literatur yang disebarkan oleh Byzantium. Gaya khas seperti mozaik di setiap lantainya, susunan batu, pilar-pilar marmer, pintu perunggu, hingga tempat pengangkatan tahkta raja yang disebut omphalion pun ada dalam Hagia Sophia.
6
Haghia Sophia berubah menjadi masjid sudah lebih dari 500 tahun.
Haghia Sophia berubah menjadi masjid sudah lebih dari 500 tahun.
Ekspedisi Kesultanan Ottoman yang terjadi pada akhir tahun 1453 membuat kekuasaan Konstantinopel jatuh ke tangan Sultan Murad II. Kekuasaan atas Konstantinopel ini lalu di wariskan pada Sultan Mehmed II. Sejak saat itu Konstantinopel berubah nama menjadi Istanbul dan Haghia Sophia pertama kalinya dijadikan menjadi masjid.
7
Sultan Mehmed II melakukan sholat Jum’at pertama kali di Haghia Sophia pada 1 Juni 1453.
Sultan Mehmed II melakukan sholat Jum’at pertama kali di Haghia Sophia pada 1 Juni 1453.
Setelah diresmikan menjadi masjid. Haghia Sophia langsung menjadi tempat beribadah umat muslim Ottoman. Pada 1 Juni 1453, Sultan Mehmed II hadir di Haghia Sophia untuk melaksanakan sholat Jum’at pertama kali di sana. Sejak saat itu, Haghia Sophia menjadi masjid kesultanan pertama di Istanbul.
8
Beberapa fasilitas keagamaan Islam dimasukkan dan dipasang di bangunan Haghia Sophia.
Beberapa fasilitas keagamaan Islam dimasukkan dan dipasang di bangunan Haghia Sophia.
Agar bangunan Haghia Sophia bisa menjadi tempat beribadah, dibangunlah beberapa tempat wudhu disekitar bangunan. Pada bagian dalam juga dibuat mihrab dan juga mimbar. Beberapa hal seperti sekolah, dapur, hingga perpustakaan dibangun setelahnya dan menjadikan sekitaran masjid menjadi komplek Islam.
9
Sultan Mehmed II tidak menghancurkan dan tetap mempertahankan mozaik-mozaik Kristen.
Sultan Mehmed II tidak menghancurkan dan tetap mempertahankan mozaik-mozaik Kristen.


Sultan Mehmed II memerintahkan pada pasukannya untuk tidak menghancurkan mozaik-mozaik bekas gereja Haghia Sophia. Sultan Mehmed menutupnya dengan cat putih lalu menggantinya dengan beberapa kaligrafi Islam.



Nah, itu tadi dia fakta sejarah tentang Haghia Sophia yang pernah menjadi gereja dan masjid jaman dulu kala. Sekarang, bangunan ini sudah menjadi museum loh sejak tahun 1923, saat dipimpin oleh Mustafa Kemal Ataturk. Sehingga sudah tidak ada kegiatan keagamaan lagi di Haghia Sophia. Udah tau kan sekarang sejarah tentang Haghia Sophia. Kalo kamu masih penasaran, coba deh kunjungi langsung Haghia Sophia di Turki sana.

 – Dikutip dari MENTALFLOSS.COM 

Tidak ada komentar