Breaking News

AS dan Korea Selatan Sepakat Hentikan Latihan Gabungan, Penuhi Keinginan Korea Utara?

AS dan Korea Selatan Sepakat Hentikan Latihan Gabungan, Penuhi Keinginan Korea Utara?

MajalahBerita24.com,  Seoul  --  Amerika Serikat dan Korea Selatan sepakat untuk menangguhkan latihan militer bersama bernama Freedom Guardian, yang dijadwalkan pada Agustus 2018 mendatang, kata pejabat dari kedua negara.

Keputusan itu datang sepekan usai pertemuan puncak Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura.

"Korea Selatan dan Amerika Serikat telah setuju untuk menunda semua kegiatan mengenai latihan militer Freedom Guardian yang dijadwalkan pada Agustus," kata pernyataan Kementerian Pertahanan Korea Selatan, seperti dikutip dari ABC.net.au, Selasa (19/6/2018).

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan AS turut membenarkan penangguhan latihan Freedom Guardian itu dan menambahkan bahwa akan ada pertemuan antara menteri pertahanan serta penasihat kepresidenan bidang keamanan nasional kedua negara untuk membahas topik serupa.

AS dan Korea Selatan Sepakat Hentikan Latihan Gabungan, Penuhi Keinginan Korea Utara?
Latihan gabungan tentara Korea Selatan dan Amerika Serikat (AP PHOTO)

"Kami masih mengoordinasikan langkah-langkah tambahan. Tidak ada keputusan yang akan dibuat mengenai pelaksanaan latihan perang bersama," kata juru bicara Kemhan AS Dana White.

Tahun lalu, 17.500 tentara AS dan lebih dari 50.000 pasukan Korea Selatan berpartisipasi dalam Freedom Guardian, latihan gabungan tahunan rutin yang kebanyakan difokuskan pada simulasi komputer daripada latihan lapangan langsung yang menggunakan senjata, tank atau pesawat terbang.

Keputusan untuk menghentikan latihan militer di Korea Selatan telah membingungkan banyak pejabat pertahanan AS. Mereka mengaku baru mengetahui hal tersebut ketika Trump menyatakannya perdana dalam konferensi pers di Singapura, usai bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 12 Juni 2018.

Saat itu, Trump mengemukakan bahwa alasan utama untuk menghentikan latihan perang gabungan AS-Korsel adalah karena biaya mahal yang digelontorkan oleh Washington.

"Bagi saya, alasan menghentikannya demi penghematan biaya tidak terlalu masuk akal," kata Abraham Denmark, mantan Deputi Asisten Menteri Pertahanan Bidang Kawasan Asia Timur di bawah mantan presiden Barack Obama.

Patut diingat bahwa Korea Utara telah lama memprotes latihan militer gabungan tersebut. Sehingga banyak pihak menilai bahwa keputusan Trump untuk menghentikan kegiatan rutin tahunan itu merupakan daya tawar AS demi 'membujuk' Korea Utara agar mau melakukan denuklirisasi --sebuah target yang sangat ingin dicapai oleh sang miliarder nyentrik.

– Dikutip dari ABC.net.au

Tidak ada komentar