Breaking News

Lontarkan Kata Kasar Dengan Menyebut "Binatang"oleh Trump, Ini Tanggapan Assad 'Makjlebb'...!

Lontarkan Kata Kasar Dengan Menyebut "Binatang"oleh Trump, Ini Tanggapan Assad 'Makjlebb'...!

MajalahBerita24.com, Damaskus -- Presiden Suriah Bashar al-Assad memberikan tanggapan atas kata2 kasar yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuknya. Menurut Assad, kata-kata Trump yang menyebut "Assad binatang" justru mencerminkan diri presiden AS itu sendiri.

"Itu mencerminkan dirinya, dan saya pikir ada prinsip yang terkenal, bahwa apa yang Anda katakan adalah diri Anda yang sebenarnya," ujar Assad dalam wawancara dengan media Rusia, RT seperti dilansir Press TV, Kamis (31/5/2018).

Komentar Assad tersebut untuk menanggapi cuitan Trump di Twitter pada April lalu, yang menyalahkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Iran atas dugaan serangan kimia di Ghouta Timur, Suriah.

Lontarkan Kata Kasar Dengan Menyebut "Binatang"oleh Trump, Ini Tanggapan Assad 'Makjlebb'...!
Presiden Suriah Bashar al-Assad saat meninjau Ghouta Timur (Foto: Reuters)

"Presiden Putin, Rusia dan Iran bertanggung jawab karena mendukung Assad Binatang. Harus membayar mahal," demikian cuitan Trump saat itu. Presiden Trump menuding pemerintahan Assad mendalangi serangan kimia di Douma, Ghouta Timur pada 7 April lalu yang menewaskan puluhan orang.

Dalam wawancara dengan RT tersebut, Assad ditanya apakah dirinya punya julukan untuk Trump. Assad mengatakan bahwa kata-kata kasar Trump tak akan membuat dirinya terpengaruh untuk mengatakan hal-hal serupa.

"Ini bukan bahasa saya, jadi saya tak bisa menggunakan bahasa serupa. Ini bahasa dia. Itu mencerminkan dia, dan saya pikir ada prinsip yang sangat terkenal, bahwa apa yang Anda katakan adalah seperti Anda yang sebenarnya," tutur Assad.

Pemerintah Suriah telah membantah keras tuduhan penggunaan senjata kimia di Ghouta Timur. Pemerintah Rusia dan Iran juga telah membantah tuduhan keterlibatan pemerintah Suriah dalam serangan tersebut.

Pada tahun 2014, pemerintah Suriah telah menyerahkan simpanan senjata kimianya ke sebuah misi gabungan yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), yang mengawasi penghancuran senjata tersebut.

– Dikutip dari Press TV

Tidak ada komentar